
Lukisan Santo Honoratus dari Amiens
JawaPos.com - Gereja Katolik memiliki dan mengakui banyak sekali orang suci. Mereka adalah sosok-sosok penting dalam sejarah gereja, ada yang sebagai martir, tabib, pelindung atau lainnya. Dan mereka mendapatkan gelar santo atau santa.
Beberapa dari mereka kemudian dinobatkan menjadi pelindung terhadap sesuatu yang sangat signifikan dari kisah mereka.
Karena itu, ada santo-santa yang menjadi pelindung hal-hal penting, seperti korban kekerasan, keluarga, orang tua dan anak. Lalu ada para pelindung hal-hal kecil, seperti kue dan roti.
Dilansir dari Catholic, pelindung kue, roti dan pembuatnya adalah seorang santo bernama Honoratus dari Port-le-Grand, Prancis.
Beliau dulunya adalah seorang uskup di Amiens pada akhir abad ke 6. Ia juga digambarkan sebagai seseorang yang penuh dengan kasih sayang, dan mengabdikan dirinya dalam kerja amal.
Baca Juga:Mengenal Istilah Konklaf, Proses Pemilihan Paus Setelah Kekosongan Kursi Takhta Santo Petrus
Kehidupan hingga Kematian
Dilansir dari New Daily Compass, Santo Honoratus, juga dikenal sebagai Santo Honore, adalah salah satu uskup termuda dalam sejarah gereja.
Ia memiliki hidup yang panjang dimana ia hampir hidup selama satu abad pada abad ke-6. Tanggal lahirnya tidak dapat dipastikan, dan dokumen utama tentangnya adalah manuskrip kuno yang ditulis oleh kanon dari Amiens.
Ia berasal dari keluarga bangsawan yang sangat kaya dan berpengaruh di Amiens, bagian utara Prancis. Namun, sejak kecil ia sangat saleh, sering berdoa dan berpuasa.
Pada awalnya, keluarga Honoratus cukup sensitif terhadap sifat uniknya ini. Namun, untungnya mereka segera menerima dan mengerti kepribadiannya dan meminta Santo Beatus, uskup Amiens pada saat itu, untuk menjadi gurunya.
Sejak kecil, Honoratus sudah sering menyatakan bahwa ia ingin menjadi seorang imam. Salah satu pengasuhnya, yang menjadi pendengar utamanya ketika sedang membuat roti di dapur.
Pengasuhnya bercanda bahwa hal tersebut hanya akan terjadi apabila gayung ovennya hijau kembali (gayung kayu untuk memanggang roti). Tak lama kemudian mukjizat pertamanya terjadi, tumbuh dedaunan baru dari gayung oven milik pengasuh tersebut.
Keinginan Honoratus terkabul dan ia diterima menjadi imam, dan kemudian menjadi uskup penerus Uskup Beatus, yang meninggal pada tahun 554.
Honoratus bukanlah seorang martir atau seseorang yang dekat dengan dunia supernatural. Mukjizat yang ia lakukan lebih humanis.
