Foto peti mati yang dihiasi bunga (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Setelah kita meninggalkan dunia ini, jenazah kita akan dikubur, kremasi, atau pemakaman jenis lainnya sesuai dengan budaya atau pilihan kita. Namun beberapa agama memiliki tata cara dan larangan mengenai prosesi pemakaman mereka.
Gereja Katolik pada umumnya menguburkan jenazah umat-umatnya di pemakaman yang telah dipilih oleh keluarga atau almarhum sendiri.
Namun di beberapa kebudayaan atau adat yang melakukan kremasi pada jenazah. Beberapa umat gereja Katolik pun juga masih kebingungan mengenai peraturan ini.
Kremasi dalam gereja katolik
Dilansir dari Catholic Cemeteries of the Archdiocese of Washington, Yesus Kristus mengklaim bahwa kebangkitan tubuh adalah kebenaran yang kemudian menjadi argumen mengenai kremasi.
Sebelum tahun 1963, gereja bersikeras agar umat Katolik hanya boleh dikuburkan saja, sesuai dengan tata cara penguburan Kristus. Bahkan hingga saat ini, ada beberapa gereja yang menolak untuk melakukan kremasi kepada jenazah.
Dilansir dari Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng, sekarang gereja Katolik memperbolehkan praktek kremasi dengan syarat bahwa alasan kremasi tidak bertentangan dengan ajaran iman Katolik.
Banyak perusahaan jasa kematian juga menawarkan pelayanan lengkap sesuai dengan permintaan keluarga atau almarhum. Alasan pelaksanaan kremasi juga makin bervariasi. Dari latar belakang penyakit, ekonomi, sosial dan sebagainya.
Pada akhirnya Kongregasi Kepausan merilis sebuah instruksi untuk melaksanakan kremasi yang sesuai dengan ajaran iman Katolik pada 15 Agustus 2016. Dokumen ini berjudul Ad Resurgendum cum Christo tentang penguburan jenazah dan konservasi abu bagi jenazah yang dikremasi.
Walaupun begitu, gereja Katolik sangat menyarankan kepada umat-umatnya agar jenazah-jenazah mereka dikuburkan sesuai dengan aturan dan kebiasaan gereja.
Pandangan gereja terhadap kremasi
Iman Katolik tidak memandang kematian sebagai akhir dari kehidupan, namun diubah. Tubuh mereka memang sudah tidak ada lagi, namun rohnya akan menghadap Tuhan. Sehingga gereja melihat kematian sebagai gerbang kehidupan kekal.
Pada 1 Timotius 4:7, Paulus menyebut kematian sebagai akhir pertandingan yang baik, setelahnya tersedia mahkota kebenaran di surga.
Gereja Katolik menghormati jenazah tidak hanya sebagai sisa dari kehidupan seseorang, namun pribadi dan identitas manusia sebelumnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
