
Poster dengan lukisan potret Santo Antonius dari Padua dan tanggal hari rayanya. (catholicnewsagency.com)
JawaPos.com - Gereja Katolik mengenal dan mengakui banyak sekali tokoh-tokoh yang memiliki peran besar terhadap gereja, komunitas, dan kaum awam. Entah mereka berperan sebagai penyebar agama, penginjil, pekerja amal, dan lain-lain.
Orang-orang tersebut juga nantinya menjadi pelindung para umat Katolik dalam hal yang spesifik. Tergantung pada kisah mereka atau peran mereka terhadap gereja.
Salah satunya adalah Santo Antonius dari Padua (1195-1231), pelindung para pengelana, orang-orang hilang, barang-barang hilang, orang miskin dan disabilitas, dan lain-lain. Ia juga mendapatkan julukan “Penyembuh Gereja” oleh Paus Pius XII pada 16 Januari 1946.
Kehidupan biara
Santo Antonius lahir dengan nama Fernando Martins de Bulhoes pada tanggal 15 Agustus 1195, di Lisbon, Portugal.
Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, walaupun Fernando lahir ke dalam keluarga kaya, ia dibesarkan oleh gereja sesuai dengan rencana orang tuanya.
Fernando diterima sebagai Kanon Reguler Ordo Salib Suci yang berada di bawah perintah Santo Agustinus ketika ia berumur 15 tahun. Pada masa itu juga diperkirakan ia menjadi pastor.
Dilansir dari St Anthony Shrine, kehidupannya di biara bukannya kehidupan yang tenang untuknya. Karena teman-teman lamanya sering datang berkunjung dan terlibat dalam diskusi politik sengit.
Fernando kemudian dikirim ke Coimbra. Di sana ia memulai studi intensifnya terhadap teologi Agustinian yang dipadukan dengan visi Ordo Fransiskan.
Menjadi penyebar agama
Sepuluh tahun kemudian ia bergabung ke Ordo Fransiskus dan mengambil nama Antonius, dari Santo Antonius dari Mesir. Ia sempat ingin menjadi penyebar agama ke kaum Saracen (Muslim) pada saat itu.
Ia mengetahui bahwa misinya tersebut sangat bahaya. Antonius sendiri menyaksikan kembalinya lima martir Fransiskan yang kembali dari Maroko.
Kelima martir tersebut berkhotbah di sebuah masjid di Seville, dan hampir dibunuh pada saat itu juga. Namun sultan pada saat memperbolehkan mereka ke Maroko. Di sana, mereka ditangkap, disiksa, dan dipancung.
Ordo Fransiskan mengijinkan Antonius menjalankan misinya ke Maroko. Namun, pada perjalanannya ke Maroko, Antonius jatuh sakit parah dan terpaksa kembali pulang ke Portugal. Akan tetapi kapal yang ia naiki terhantam badai besar dan terdampar di Daerah Mediterania.
Bertemu dengan Santo Fransiskus Asisi

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
