
ILUSTRASI. Personel Tim Jihandak dan Jibom melakukan penyisiran TKP pelemparan granat. (Syifa Yulinnas/Antara)
JawaPos.com - Komando Operasi (Koops) TNI Habema buka suara pasca insiden ledakan di Gereja Stasi Santo Paulus, Mbamogo, Intan Jaya, Papua Tengah pada Minggu (17/5). TNI memastikan, granat yang ditemukan di lokasi ledakan bukan milik TNI.
”Kami menyesalkan adanya pemberitaan dan narasi di media sosial yang langsung menuduh TNI-Polri sebagai pelaku. Di sini kami tegaskan bahwa TNI bukan pelaku pengeboman tersebut,” kata Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema Letkol Infanteri M. Wirya Arthadiguna saat dikonfirmasi pada Selasa (19/5).
Untuk mencari tahu penyebab pasti ledakan tersebut, Tim Gabungan masih bekerja. Mereka melakukan pendalaman dan verifikasi di lapangan. Berdasar temuan awal, Wirya memastikan granat di lokasi ledakan bukan milik TNI. Dia juga tegas menyebut TNI tidak menggunakan drone bersenjata.
”Granat yang ditemukan di lokasi memiliki karakteristik yang tidak sesuai dengan granat standar yang digunakan TNI. TNI tidak menggunakan drone bersenjata untuk menyerang warga sipil, apalagi di area ibadah,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, Koops TNI Habema mengedepankan pendekatan keamanan humanis dan menekankan perlindungan terhadap warga sipil di Papua. Karena itu, pasca ledakan terjadi, mereka melaksanakan patroli dan pengamanan untuk mencegah aksi serupa terulang.
”Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak gereja dan tokoh masyarakat setempat untuk memberikan bantuan yang diperlukan kepada para korban,” ujarnya.
Wirya memastikan, pihaknya akan menyampaikan perkembangan hasil pendalaman pasca ledakan tersebut kepada publik. Perwira menengah TNI AD dengan dua kembang di pundak itu menjamin, aparat keamanan di Papua melaksanakan tugas tersebut secara transparan.
”Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang berpotensi memprovokasi dan memperkeruh situasi keamanan di Intan Jaya. Insiden ini sangat mungkin merupakan aksi provokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah TNI dengan masyarakat Papua,” harapnya.
Koops TNI Habema juga menyampaikan rasa prihatin atas insiden yang terjadi di Gereja Stasi Santo Paulus. Terlebih ledakan terdengar saat warga tengah melaksanakan ibadah di dalam gereja. Sehingga berdampak langsung kepada para jemaat di gereja tersebut.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
