Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Mei 2026 | 16.14 WIB

Ledakan di Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Intan Jaya, Koops Habema Pastikan Bukan Granat TNI

ILUSTRASI. Personel Tim Jihandak dan Jibom melakukan penyisiran TKP pelemparan granat. (Syifa Yulinnas/Antara) - Image

ILUSTRASI. Personel Tim Jihandak dan Jibom melakukan penyisiran TKP pelemparan granat. (Syifa Yulinnas/Antara)

JawaPos.com - Komando Operasi (Koops) TNI Habema buka suara pasca insiden ledakan di Gereja Stasi Santo Paulus, Mbamogo, Intan Jaya, Papua Tengah pada Minggu (17/5). TNI memastikan, granat yang ditemukan di lokasi ledakan bukan milik TNI.

”Kami menyesalkan adanya pemberitaan dan narasi di media sosial yang langsung menuduh TNI-Polri sebagai pelaku. Di sini kami tegaskan bahwa TNI bukan pelaku pengeboman tersebut,” kata Kepala Penerangan (Kapen) Koops TNI Habema Letkol Infanteri M. Wirya Arthadiguna saat dikonfirmasi pada Selasa (19/5).

Untuk mencari tahu penyebab pasti ledakan tersebut, Tim Gabungan masih bekerja. Mereka melakukan pendalaman dan verifikasi di lapangan. Berdasar temuan awal, Wirya memastikan granat di lokasi ledakan bukan milik TNI. Dia juga tegas menyebut TNI tidak menggunakan drone bersenjata.

”⁠Granat yang ditemukan di lokasi memiliki karakteristik yang tidak sesuai dengan granat standar yang digunakan TNI. TNI tidak menggunakan drone bersenjata untuk menyerang warga sipil, apalagi di area ibadah,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, Koops TNI Habema mengedepankan pendekatan keamanan humanis dan menekankan perlindungan terhadap warga sipil di Papua. Karena itu, pasca ledakan terjadi, mereka melaksanakan patroli dan pengamanan untuk mencegah aksi serupa terulang.

”Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak gereja dan tokoh masyarakat setempat untuk memberikan bantuan yang diperlukan kepada para korban,” ujarnya.

Wirya memastikan, pihaknya akan menyampaikan perkembangan hasil pendalaman pasca ledakan tersebut kepada publik. Perwira menengah TNI AD dengan dua kembang di pundak itu menjamin, aparat keamanan di Papua melaksanakan tugas tersebut secara transparan.

”Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang berpotensi memprovokasi dan memperkeruh situasi keamanan di Intan Jaya. Insiden ini sangat mungkin merupakan aksi provokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah TNI dengan masyarakat Papua,” harapnya.

Koops TNI Habema juga menyampaikan rasa prihatin atas insiden yang terjadi di Gereja Stasi Santo Paulus. Terlebih ledakan terdengar saat warga tengah melaksanakan ibadah di dalam gereja. Sehingga berdampak langsung kepada para jemaat di gereja tersebut.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore