Ilustrasi Bunda Maria (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Bulan Mei adalah bulan dimana umat Katolik membaktikan diri kepada Bunda Maria. Bulan ini juga disebut Bulan Maria.
Maria memiliki peran yang sangat penting dalam agama Katolik. Yaitu sebagai ibu dari Yesus Kristus, dan menjadi teladan akan ketaatan, disiplin, rahmat dan kesetiaan kepada Tuhan.
Sejarah
Dilansir dari Our Lady of Hope Parish, bulan Mei sudah dipilih sebagai waktu untuk mendevosikan diri kepada Bunda Maria oleh gereja Katolik sejak berabad-abad yang lalu.
Sejak abad pertengahan, tradisi Tricesimum, atau "Pengabdian Tiga Puluh Hari kepada Maria" mulai ada.
Perayaan itu juga disebut "Bulan Perempuan", dan dirayakan pada 15 Agustus hingga 14 September. Tradisi ini masih dirayakan di beberapa tempat.
Dilansir dari St Patrick Tampa, budaya Yunani Kuno dan Barat selalu melihat bulan Mei sebagai bulan mengenai kehidupan dan keibuan.
Dalam sejarah awal gereja, terdapat bukti bahwa umat Katolik telah mengadakan perayaan untuk Maria Perawan Suci pada tanggal 15 Mei setiap tahunnya. Namun hingga abad ke 18, bulan Mei mulai dikaitkan dengan Bunda Maria.
Devosi bulan Mei yang sekarang kita lihat berasal dari Roma oleh Pastor Latomia dari Kolese Roma Serikat Yesus.
Pada saat itu ia berusaha untuk melawan perselingkuhan atau ketidaksetiaan dan amoralitas di antara para murid. Pastor Latomia kemudian membuat kaul pada akhir abad ke 18 untuk mengabdikan bulan Mei kepada Maria.
Praktik ini kemudian menyebar ke sekolah-sekolah Jesuit lainnya dan hampir ke setiap gereja Katolik Roma.
Mulai muncul pula berbagai devosi pribadi kepada Maria selama bulan Mei, sesuai dengan dokumentasi dalam Raccolta, buku doa yang diterbitkan pada pertengahan abad ke 19.
Pada tahun 1945, Paus Pius XII menjadikan bulan Mei sebagai bulan Maria setelah menetapkan 31 Mei sebagai Hari Raya Ratu Maria.
Setelah Konsili Vatikan Kedua, hari raya tersebut dipindahkan ke tanggal 22 Agustus. Dan 31 Mei menjadi Hari Raya Kunjungan Maria.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022