
TEMPAT MUSTAJAB: Antrean jemaah menuju Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah, kemarin (14/6). Tahun ini pemerintah Saudi menerapkan kebijakan harus mendaftar terlebih dahulu untuk masuk Raudhah. (MEDIA CENTER HAJI)
JawaPos.com - Mimpi bertemu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam merupakan salah satu impian terbesar bagi setiap muslim.
Hadist Nabi yang menyatakan "Barangsiapa yang berjumpa denganku dalam mimpi, maka sesungguhnya ia akan melihatku dalam keadaan terjaga, dan setan tidak dapat menyerupai diriku" (Riwayat Al-Bukhari).
Menurut penjelasan Syaikh Hasan Muhammad Saddad dalam kitab "Kaifiyah Al-Wushul Li Ru'yati Sayyidina Ar-Rasul", mimpi bertemu Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah mimpi yang benar, bukan mimpi yang sia-sia ataupun hasil tipu daya setan.
Hal ini diperkuat oleh pendapat Ibnu Hajar Al-Asqalani yang menyatakan bahwa apa yang dilihat dalam mimpi akan sama dengan apa yang dilihat ketika bertemu Nabi dalam keadaan terjaga.
Lebih lanjut, Syaikh Ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan bahwa bentuk Nabi Muhammad yang tampak dalam mimpi seseorang akan berbeda-beda sesuai dengan tingkat keistiqamahan dan ketaatan mereka dalam menjalankan syariat.
Semakin tinggi tingkat keistiqamahan seseorang, maka semakin jelas pula sosok Nabi Muhammad yang tampak dalam mimpinya.
Bagi orang awam, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam akan tampak secara nyata pada saat-saat menjelang kematian mereka, tepatnya saat sakaratul maut.
Sementara bagi mereka yang lebih dekat dengan Nabi, kemunculan Beliau dalam keadaan terjaga dapat terjadi kapan saja sebelum kematian, tergantung pada kedekatan dan ketekunan mereka dalam mengikuti sunnah Nabi.
Dengan demikian, bagi yang bermimpi bertemu Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, terdapat tiga keistimewaan:
1. Mimpinya adalah mimpi yang benar secara syar'i, bukan mimpi khayalan atau bisikan setan.
2. Apa yang dilihat dalam mimpi merupakan wujud nyata Rasulullah.
3. Jaminan akan bertemu Rasulullah dalam keadaan terjaga di dunia.
Melalui channel YouTube Kang Asep 453 pada Kamis (5/9), Syekh Abu Bakar Muhammad bin Sirin al-Bashri adalah salah satu ulama terkemuka dalam ilmu fiqih dan perawi hadits dari kalangan tabi'in. Beliau dikenal dengan kemampuannya dalam menafsirkan mimpi karena akhlak kesalehannya.
Berikut beberapa makna tafsir mimpi melihat Nabi Muhammad SAW
1. Jika seseorang bermimpi melihat Nabi Muhammad SAW, hal itu merupakan pertanda berita gembira tentang kebaikan, selama dalam mimpi tersebut tidak terdapat sesuatu yang tidak disukai.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022