
Ilustrasi Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah
JawaPos.com - Hari Raya Idul Fitri biasanya digunakan umat muslim sebagai momentum untuk bersilaturahmi bersama keluarga dan handai tolan. Untuk melakukan hal ini, biasanya sebagian umat muslim yang bekerja di ibu kota akan mudik ke kampung halamannya.
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menyebut, lebaran tahun ini dia akan berkumpul bersama keluarganya di Medan, Sumatera Utara. Selain itu, momentum lebaran juga akan dia habiskan berkumpul bersama teman-teman kecilnya.
"Ini sekarang sudah di Medan, keluarga besar saya juga akan berkumpul di Medan. Dulu selalu kembali ke Pematang Siantar, namun sejak ayah ibu saya sudah tiada, maka biasanya kami akan berkumpul di rumah kakak tertua saya di Medan," ungkapnya saat berbincang dengan JawaPos.com, Selasa (12/6).
Usai berkumpul bersama keluarga besarnya, dia pun bersama-sama anak istrinya akan berziarah ke makam kedua orang tuanya.
"Namun seminggu setelah lebaran saya akan ziarah ke makam orang tua di Pematang Siantar sekalian bertemu teman -teman kecil saya," jelasnya.
"Kalau anak-anak sih pasti pesta kembang api di malam lebaran, pasang lilin dan keliling kampung untuk takbiran," imbuhnya.
Saat masa kecil ada hal unik di kampung kelahirannya saat lebaran tiba. Biasanya dia akan mencicipi kudapan makanan khas yang dimasak beramai-ramai antara warga etnis Jawa dan warga Batak.
"Itu kampung mayoritas orang Jawa di kota yang aslinya etnis Batak Simalungun. Jadi saya justru menikmati tradisi orang Jawa (istilahnya Jawa Deli atau Jawa perantauan yang dulu bekerja di perkebunan Belanda). Jadi makanan khas Jawa seperti dodol (jenang) dimasak beramai-ramai, juga penganan Jawa bercampung penganan Melayu atau Mandailing. Arak-arakan malam takbiran juga bercampur bahasa Jawa," jelasnya.
Selain itu, dia juga rindu tradisi adu meriam bambu yang biasa dibuat oleh teman-teman sebayanya. Selain permainan, ada makanan yang selalu dinanti Taufan saat momen lebaran. Adapun makanan tersebut yakni lontong sayur khas Medan dengan daging rendang.
Lebih lanjut, dia juga rindu 'angpao lebaran' yang suka diberikan orang tua kepada anak-anak kecil saat momen lebaran. Menurut dia, dengan cara itu juga bisa berbagi dengan sesama.
"Kalau dulu malah diberikan kepada siapa saja anak-anak yang datang ke rumah kita. Kalau sekarang hanya untuk keluarga besar kita sendiri," tukasnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
