
Kornas Nusantara Mengaji, Jazilul Fawaid (kiri)
JawaPos.com - Maulid Nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap tahun bukan hanya sekadar seremonial belaka. Di balik itu, maulid ini menjadi bagian bentuk pendidikan karakter bangsa.
Hal itu diungkapkan, Koordinator Nasional (kornas) Nusantara Mengaji, Jazilul Fawaid.
"Kegiatan maulid selalu mengingatkan kita untuk terus meneladani perilaku Rasulullah. Yakni sifat dan sikap mulia yang berlaku universal dalam memperkuat budaya kesantunan dan karakter khas ketimuran kita," ujar Jazil di sela-sela acara Khataman Akbar Nusantara Mengaji sekaligus peringatan Maulid Nabi SAW di Masjid Baitul Faizin, Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/12).
Dikatakannya, Nabi Muhammad sebagai teladan umat mengajarkan manusia tentang toleransi, tengganga rasa, dan membangun kerukunan dalam keragaman.
"Keteladanan Nabi mengajarkan kita agar menjadi pribadi dan masyarakat beradab. Sebab, beliau adalah Alquran 'berjalan' yang akhlaknya juga cerminan nilai-nilai Alquran," imbuhnya.
Selain itu, lanjutnya, tradisi maulid di Indonesia selalu dirayakan dengan kegiatan pengajian khataman Alquran atau pembacaan kitab al-Barjanzi.
"Ini juga gerakan spiritual yang menjadi komplementer dalam usaha mencapai kemajuan bangsa", tuturnya.
Jazil mengatakan, umat Islam saat ini lebih banyak membaca informasi dari media sosial dari pada Alquran. Padahal banyak di antara informasi tersebut yang tidak benar.
"Sekarang masyarakat lebih banyak membaca medsos (media sosial, red) dari Alquran. Ini kita sayangkan karena bukan hanya tidak berpahala bahkan info dari medsos perlu diverifikasi mana yang benar dan mana yang tidak benar," katanya.
Karena itu, Jazil menegaskan, agar teknologi informasi juga dapat digunakan untuk hal yang lebih positif. Nusantara Mengaji juga hadir dalam aplikasi khataman Alquran online.
"Terutama generasi muda, yang menurut survey, paling banyak mengakses media sosial," imbuhnya lagi.
Selain itu, Jazil juga mengajak masyarakat untuk terus menggalakkan khataman Alquran dimana dan kapanun.
"Minimal bakda maghrib, walau hanya sekali dalam sehari. Jangan sampai rumah kita seperti kuburan tanpa ada yang membaca Alquran. Seperti disebut dalam hadis, rumah tanpa Alquran akan terlihat dari 'langit' seperi kuburan. Begitu juga masyarakat bogor dan Indonesia, kalau tidak ada yang membaca Alquran," paparnya.
Acara khataman Alquran yang kembali digalakkan Nusantara Mengaji ini juga dilaksanakan di seluruh kecamatan se-kabupaten Bogor. (iil/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022