
Photo
JawaPos.Com - Pasca-insiden ambruknya tower crane di Masjidilharam, Jumat (11/9), para jemaah calon haji Indonesia sebaiknya kembali berkonstrasi menyiapkan diri menyambut ibadah di waktu puncak, yakni melaksanakan ibadah di Arafah, Mudzalifah, dan Mina (Armina). Karenanya, para jemaah sebaiknya tak usah berpikir mendalam soal musibah.
Menurut pengamat penyelenggaraan haji, M Subarkah, para jemaah calon haji memang perlu waspada pasca-musibah runtuhnya tower crane untuk proyek perluasan Masjidilharam itu. Namun, persiapan diri untuk ibadah puncak saat menunaikan ibadah haji merupakan hal penting.
''Tetap jagalah kesehatan. Jangan paksakan diri dengan selalu salat berjamaah di Masjidilharam bila situasi tidak memungkinkan, misalnya badan meriang atau cuaca yang tidak bersahabat dengan adnaya panas, badai pasir, atau hujan deras,” katanya di Jakarta, Minggu (13/9).
Harus diakui, katanya, di area Masjidilharam memang masih terpasang ratusan crane. Namun, kondisi itu tak perlu membuat para jamaah haji trauma atau tidak berani salat ke Masjidilharam.
''Tetap pergi ke Masjidilharam seperti biasa. Cuma kini lebih waspada terutama ketika terjadi hujan, badai pasir, atau gangguan cuaca,'' ujar pria yang lebih akrab disapa dengan panggilan Uba itu.
Selain itu Subarkah juga menyarankan jemaah calon haji agar tak usah memikirkan penyebab jatuhnya tower crane. Sebab, pemerintah Arab Saudi kini tengah menginvestigasinya.
M Subarkah. Foto: Facebook
Karenanya, jauh lebih baik bila pikiran dan tindakan dikonsentrasikan untuk memperbanyak ibadah. ''Tak usahlah berdiskusi, apalagi sampai berdebat soal jatuhnya crane karena tak akan menyelesaikan masalah. Curahkan pikiran untuk berzikir, membaca Alquran, ikut pengajian yang banyak digelar di masjid sekitar pondokan,” katanya.
Penulis buku Lelaki Buta Melihat Ka’bah itu mengingatkan bahwa kini suasana kota Makkah pasti semakin padat. Dalam beberapa hari ke depan, atau sepekan sebelum waktu puncak haji, kota suci umat Islam itu pasti bakal macet total.
Imbasnya, mau tidak mau untuk menuju Masjidilharam mapun saat pulang ke pemondokan harus ditempu dengan jalan kaki. Namun, lagi-lagi Subarkah mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri untuk selalu ke Masjidilharam setiap waktu salat tiba.
''Aturlah waktu kapan pergi berjamaah ke Masjidilharam. Ingat, jangan bepergian ke Masjidilharam setelah pukul 10.00 siang karena saat itu panasnya pasti bukan main. Bagi para jamaah haji lanjut usia pergi ke Masjidilharam dengan jalan kaki di siang hari akan sangat meletihkan. Jalan menuju Masjidilharam kerap kali merupakan jalan menanjak,'' ujarnya.(ara/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022