Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Juni 2025 | 04.43 WIB

Mengenal Santo Paulus: Dulunya Menganiaya Lalu Bertobat, Sekarang Jadi Pelindung Para Misionaris

Potret wajah Santo Paulus (Dok. stpeterstpaul.ca) - Image

Potret wajah Santo Paulus (Dok. stpeterstpaul.ca)

JawaPos.com - Minggu (29/6) ini, Gereja Katolik sedunia merayakan Hari Raya Santo Petrus dan Santo Paulus. Saat kebanyakan orang mengetahui siapa itu Santo Petrus, karena ia adalah salah satu dari kedua belas murid Yesus Kristus; tidak banyak orang mengetahui siapa itu Santo Paulus. 

Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, Santo Paulus terlahir dengan nama Saulus. Ia berasal dari Tarsus, Silisia, yang sekarang kita kenal dengan Turkiye. Diperkirakan ia lahir tahun 4 Sebelum Masehi. 

Walaupun ia merupakan salah satu penyebar agama kristiani generasi pertama, ia bukanlah pengikut Yesus Kristus. 

Baca Juga: Bacaan Misa Gereja Katolik Minggu, 29 Juni 2025: Hari Raya Santo Petrus dan Santo Paulus

Kehidupan Awal

Paulus sejak muda sudah belajar untuk bekerja dengan tangannya. Beranjak dewasa ia menekuni pembuatan dan berjualan tenda, yang terus ia lakukan setelah menjadi Kristen. 

Ia sering melakukan perjalanan dengan peralatannya, dan membangun toko dimana saja ia berada. 

Dilansir dari St Peter and St Paul Coptic Orthodox Church, perlu diketahui bahwa Tarsus adalah kota yang memiliki banyak lembaga ilmu pengetahuan dan pendidikan. 

Kota ini merupakan pusat filsafat stoikisme, yang memiliki pengaruh dalam banyak ungkapan prinsip-prinsip Kristen. 

Dilansir dari Catholic.org, sebelum berpindah agama ia malah memimpin persekusi dan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen awal. Bahkan ia merupakan salah satu saksi kematian Santo Stefanus. 

Pada saat itu, ia masih membenci gagasan bahwa Yesus yang disalibkan adalah mesias, serta mempercayai bahwa para pengikut Yesus akan membahayakan agamanya dan politiknya. 

Dilansir dari Biography Online, ia mengalami penglihatan yang sangat kuat hingga ia memutuskan untuk menjadi pengikut agama kristiani. 

Ia bahkan menjadi buta selama tiga hari setelah mendapatkan penglihatan tersebut. Paulus kemudian disembuhkan oleh seorang Kristen, Ananias dari Damaskus.  

Ia dibaptis dan mendapatkan nama Paulus pada umur 33, dan dikisahkan aktif dalam tugasnya sebagai misioner pada usia 40 hingga 50an. 

Dalam misinya, ia berusaha untuk menghentikan penyiksaan-penyiksaan terhadap umat Kristen. 

Perannya dalam Gereja

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore