
Foto bagian puncak Basilika Santo Petrus di Kota Vatikan. (Freepik)
JawaPos.com - Gereja Katolik Roma dipimpin oleh satu orang pemimpin tertinggi yang disebut Paus. Untuk menentukan siapa yang akan menjadi Paus, dewan gereja menyelenggarakan sebuah proses pemilihan yang dikenal dengan nama konklaf.
Kata "konklaf" sendiri berasal dari bahasa Latin cum clave, yang berarti "dengan kunci", merujuk pada tradisi mengunci tempat pemilihan agar prosesnya berlangsung tertutup dan khusyuk.
Proses ini hanya dilakukan saat posisi Paus kosong, yaitu ketika Paus sebelumnya wafat atau memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Menurut penjelasan dari Ensiklopedia Britannica, dalam proses konklaf, para kardinal yang memiliki hak suara akan berkumpul dan melakukan serangkaian pemungutan suara guna memilih Paus yang baru.
Sejarah Konklaf
Pada awalnya, gereja Katolik tidak memiliki pemimpin yang pasti selain Santo Petrus, yang kemudian diperkirakan sebagai Paus pertama. Santo Petrus sendiri yang memilih penerusnya, kebiasaan ini kemudian bertahan sebentar.
Setelah itu, pemilihan uskup Roma atau Paus, mengikuti proses pemilihan uskup di kota-kota lain, di mana terjadi pemungutan suara oleh para pendeta setempat.
Uskup tetangga akan bertindak sebagai presiden majelis dan hakim pemilihan. Lalu kaum awam akan menunjukkan persetujuan atau ketidaksetujuan mereka.
Tentunya pemilihan ini tidak akan selalu berjalan dengan tenang. Terbukti sejak tahun 217 Masehi, terjadi perpecahan antara pendukung Paus dan kelompok anti-Paus.
Kaisar Roma Konstantinus melegal agama Kristen pada awal abad ke empat, diasumsikan ia terlibat dalam pemungutan suara, memimpin proses hingga dapat mengajukan kandidat.
Pada abad ke enam, Kaisar Byzantine Justinian menegaskan bahwa Paus yang baru terpilih tidak dapat ditahbiskan sampai pemilihannya dikonfirmasi oleh kaisar.
Kemudian raja-raja dari Dinasti Carolingian menggantikan kaisar Byzantium sebagai otoritas sekuler yang menerima pemberitahuan resmi tentang hasil pemilihan Paus.
Baca Juga: Selamat Jalan Paus Fransiskus: Ini Proses Pemakaman Paus Sesuai dengan Buku Peraturan yang Baru
Para penguasa di negara-negara Barat kemudian mengambil alih hak dan keistimewaan Justinian.
Dewan Kardinal baru dibentuk pada tahun 1059, para uskup Roma ini juga dipilih secara aklamasi oleh pendeta dan rakyat setempat.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
