Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 November 2020 | 00.48 WIB

Kandang Hanya buat Tidur Dalmatian Bernama Magic Von Sulawesi

SUN SAYANG: Magic mencium pipi Shanty saat mereka menghabiskan waktu berdua.(Guslan Gumilang/Jawa Pos) - Image

SUN SAYANG: Magic mencium pipi Shanty saat mereka menghabiskan waktu berdua.(Guslan Gumilang/Jawa Pos)

Popularitas dalmatian mencapai puncaknya pada 1990-an. Kini tidak banyak yang memelihara anjing berbulu putih dengan totol-totol hitam itu. Ternyata, perawatannya ribet. Bukan hanya kulitnya yang sensitif, tapi juga perutnya.

---

MAGIC Von Sulawesi berlari kencang begitu Shanty Soelaiman membuka pintu kandang. Ia menghambur ke seluruh sudut ruangan sambil mengendus-endus. ”Magic! Magic! Sini dulu sama mami,” panggil perempuan yang tinggal di CitraLand tersebut Kamis lalu (26/11). Mendengar namanya dipanggil, dalmatian berumur 3 bulan itu langsung menghampiri Shanty. Ia lantas menciumi pawrent-nya.

Begitulah dalmatian. Aktifnya bukan main. Apalagi, Magic masih terbilang muda. ”Bahkan, orang suka mikir dalmatian itu hiperaktif sampai merusak barang-barang,” ucap Shanty. Dalmatian kecil memang punya rasa penasaran yang sangat tinggi. Menggigiti benda di sekitarnya adalah cara Magic mengenal lingkungan baru.

Karena dalmatian adalah anjing yang luar biasa aktif, pawrent harus selalu menyediakan waktu khusus untuk bermain. Pastikan waktu bermain-main tersebut cukup. Dengan demikian, energi anjing berpostur gagah itu tersalurkan.

Bagi Shanty, membiarkan Magic berkeliaran di dalam rumah adalah cara yang tepat untuk ”membuang” energinya. ”Kalau diam di kandang terus, pas keluar pasti bikin onar,” tuturnya. Kandang, menurut dia, sebaiknya hanya difungsikan untuk tidur. Atau ketika waktu makan tiba.

Memelihara dalmatian, imbuh Shanty, harus siap-siap ”olahraga”. Itu dia alami bersama Magic. Momongan Shanty tersebut seolah tidak pernah lelah dan selalu saja berulah. Saat bergaul bersama anjing lain pun, Magic adalah yang paling sering berinisiatif untuk kejar-kejaran atau bermain-main. ”Jadi, kalau tidak punya halaman luas atau waktu untuk ngajak jalan, sebaiknya jangan pelihara dalmatian,” tegasnya.

Tidak hanya superaktif, kulit dalmatian juga sensitif. Tepatnya mudah kering dan berjamur. Karena itu, Shanty mengaku tidak terlalu sering memandikan Magic. Cukup tiga pekan sekali. Jika terlalu rajin mandi, kulit Magic menjadi kering. ”Justru hindari kena basah atau lembap. Kalau kena basah, harus langsung dikeringkan bulunya,” papar dia.


Karena kulitnya yang sensitif, Magic juga rentan terhadap iritasi dan jamur. Untung, bulu dalmatian pendek. Dengan demikian, ruam atau jamur pada kulit bisa dengan mudah terlihat. ”Alerginya juga macam-macam banget. Jadi, kita harus peka anjing habis makan apa atau terkena apa,” jelas Shanty.

Selain kulit, dalmatian juga punya perut yang sensitif. Karena itu, Shanty pun harus benar-benar memperhatikan makanan Magic. Tidak bisa sembarangan membeli pakan. Apalagi mencoba-coba makanan baru. ”Kalau sudah nemu satu yang cocok, ya itu aja. Kalau diganti, lalu diare, repot itu balikinnya,” tutur dia.

Magic, menurut Shanty, juga tidak bisa berada di ruangan yang terlalu panas atau terlalu dingin. Cukup ruangan yang sejuk saja. ”Kalau mau pakai AC juga nggak masalah. Terutama di Surabaya yang memang panas,” pungkasnya.

---

MENGASUH SI SENSITIF

  • Jangan terlalu sering dimandikan.

  • Hindari lingkungan yang lembap.

  • Perhatikan pakan dan konsisten dengan jenis yang sama.

  • Jadwalkan waktu bermain rutin.


Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/dc_aYckdyEM

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore