
SUN SAYANG: Magic mencium pipi Shanty saat mereka menghabiskan waktu berdua.(Guslan Gumilang/Jawa Pos)
Popularitas dalmatian mencapai puncaknya pada 1990-an. Kini tidak banyak yang memelihara anjing berbulu putih dengan totol-totol hitam itu. Ternyata, perawatannya ribet. Bukan hanya kulitnya yang sensitif, tapi juga perutnya.
---
MAGIC Von Sulawesi berlari kencang begitu Shanty Soelaiman membuka pintu kandang. Ia menghambur ke seluruh sudut ruangan sambil mengendus-endus. ”Magic! Magic! Sini dulu sama mami,” panggil perempuan yang tinggal di CitraLand tersebut Kamis lalu (26/11). Mendengar namanya dipanggil, dalmatian berumur 3 bulan itu langsung menghampiri Shanty. Ia lantas menciumi pawrent-nya.
Begitulah dalmatian. Aktifnya bukan main. Apalagi, Magic masih terbilang muda. ”Bahkan, orang suka mikir dalmatian itu hiperaktif sampai merusak barang-barang,” ucap Shanty. Dalmatian kecil memang punya rasa penasaran yang sangat tinggi. Menggigiti benda di sekitarnya adalah cara Magic mengenal lingkungan baru.
Karena dalmatian adalah anjing yang luar biasa aktif, pawrent harus selalu menyediakan waktu khusus untuk bermain. Pastikan waktu bermain-main tersebut cukup. Dengan demikian, energi anjing berpostur gagah itu tersalurkan.
Bagi Shanty, membiarkan Magic berkeliaran di dalam rumah adalah cara yang tepat untuk ”membuang” energinya. ”Kalau diam di kandang terus, pas keluar pasti bikin onar,” tuturnya. Kandang, menurut dia, sebaiknya hanya difungsikan untuk tidur. Atau ketika waktu makan tiba.
Memelihara dalmatian, imbuh Shanty, harus siap-siap ”olahraga”. Itu dia alami bersama Magic. Momongan Shanty tersebut seolah tidak pernah lelah dan selalu saja berulah. Saat bergaul bersama anjing lain pun, Magic adalah yang paling sering berinisiatif untuk kejar-kejaran atau bermain-main. ”Jadi, kalau tidak punya halaman luas atau waktu untuk ngajak jalan, sebaiknya jangan pelihara dalmatian,” tegasnya.
Tidak hanya superaktif, kulit dalmatian juga sensitif. Tepatnya mudah kering dan berjamur. Karena itu, Shanty mengaku tidak terlalu sering memandikan Magic. Cukup tiga pekan sekali. Jika terlalu rajin mandi, kulit Magic menjadi kering. ”Justru hindari kena basah atau lembap. Kalau kena basah, harus langsung dikeringkan bulunya,” papar dia.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
