
KEABADIAN KAMI: Adis dan Plato merekam sebanyak- sebanyaknya kebersamaan dengan para anjing peliharaannya dalam foto dan video. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
Anjing adalah peliharaan yang punya banyak energi. Agar anteng dan tidak sering menggonggong, kuncinya adalah sering diajak jalan-jalan. Berenang, naik gunung, atau camping. Kalau perlu, menginap.
---
MULUT Hadistya Diah Zulqidah Islami komat-kamit. Istri Pratomo Eko Febryanto alias Plato itu berbisik-bisik pada enam momongannya. ”Eh, nanti jangan bilang-bilang ya. Rahasia kalau kita habis main-main,’’ ujarnya sambil memandangi anjing berbagai jenis yang dia asuh tersebut. Yang dibisiki, tentu saja, hanya diam.
Memangnya mereka bisa memahami dua kalimat itu? ”Nggak juga. Tapi, setidaknya saya lega karena sudah membisiki mereka,’’ kata Adis, sapaan akrab Hadistya Diah, kepada Jawa Pos beberapa waktu lalu.
Bersuami Plato yang seorang dog walker tidak lantas membuat Adis menjadi dog whisperer. Tapi, berbisik kepada anjing-anjing yang dia asuh, apalagi setelah bepergian, sudah menjadi kebiasaannya. Sebab, tidak setiap kali jalan-jalan, mereka bisa mengajak serta sembilan momongan. Lagi pula, mereka hanya punya waktu luang pada Minggu setelah Senin sampai Sabtu sibuk bekerja.
Adis dan Plato mengagendakan piknik bersama anjing-anjingnya tiap dua bulan sekali. ”Jadi kami benar-benar ada tabungan sendiri buat ngajak mereka piknik yang agak jauh,” jelas Adis saat dijumpai di Food Junction sore itu.
Biasanya, tujuan mereka adalah pantai atau pegunungan. ”Soalnya, anjing itu punya energi yang besar. Cara menghabiskannya ya kita ajak jalan. Kalau anjing capek, pasti nggak akan resek,” terang Plato. Itu juga mujarab mengurangi frekuensi mereka menyalak untuk hal-hal yang tidak penting alias sekadar cari perhatian (caper).
Jika kebetulan agenda piknik dua bulanan itu melibatkan acara menginap, Adis dan Plato akan mengajak sembilan peliharaan mereka. Tidak ada satu pun yang ditinggal. Itu untuk menghindari saling iri. Sebab, jika menginap, sang pawrent otomatis tidak akan ada di rumah untuk jangka waktu lama. Itu bisa membuat para momongan emosi. Khususnya, anjing-anjing yang tidak diajak pelesiran.
”Hal pertama yang harus dipastikan saat mengajak anjing piknik adalah memastikan nggak bakal dimarahi pengelola,” terang Adis. Karena itulah, dia biasanya memilih jam-jam yang sepi. Saat tidak banyak pengunjung. Ke pantai, misalnya. Adis dan Plato akan memilih datang sepagi-paginya atau larut sore sekalian menjelang pantai tutup.
Selain tidak ingin membuat pengunjung lain merasa tak nyaman, strategi itu jitu untuk membuat anjing-anjingnya tenang. Dengan demikian, agenda piknik bisa berjalan dengan lancar.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
