alexametrics

Kalau Menginap, Seluruh Anjing milik Plato-Hadistya Wajib Diajak

22 November 2020, 18:48:55 WIB

Anjing adalah peliharaan yang punya banyak energi. Agar anteng dan tidak sering menggonggong, kuncinya adalah sering diajak jalan-jalan. Berenang, naik gunung, atau camping. Kalau perlu, menginap.

MULUT Hadistya Diah Zulqidah Islami komat-kamit. Istri Pratomo Eko Febryanto alias Plato itu berbisik-bisik pada enam momongannya. ”Eh, nanti jangan bilang-bilang ya. Rahasia kalau kita habis main-main,’’ ujarnya sambil memandangi anjing berbagai jenis yang dia asuh tersebut. Yang dibisiki, tentu saja, hanya diam.

Memangnya mereka bisa memahami dua kalimat itu? ”Nggak juga. Tapi, setidaknya saya lega karena sudah membisiki mereka,’’ kata Adis, sapaan akrab Hadistya Diah, kepada Jawa Pos beberapa waktu lalu.

Bersuami Plato yang seorang dog walker tidak lantas membuat Adis menjadi dog whisperer. Tapi, berbisik kepada anjing-anjing yang dia asuh, apalagi setelah bepergian, sudah menjadi kebiasaannya. Sebab, tidak setiap kali jalan-jalan, mereka bisa mengajak serta sembilan momongan. Lagi pula, mereka hanya punya waktu luang pada Minggu setelah Senin sampai Sabtu sibuk bekerja.

Adis dan Plato mengagendakan piknik bersama anjing-anjingnya tiap dua bulan sekali. ”Jadi kami benar-benar ada tabungan sendiri buat ngajak mereka piknik yang agak jauh,” jelas Adis saat dijumpai di Food Junction sore itu.

Biasanya, tujuan mereka adalah pantai atau pegunungan. ”Soalnya, anjing itu punya energi yang besar. Cara menghabiskannya ya kita ajak jalan. Kalau anjing capek, pasti nggak akan resek,” terang Plato. Itu juga mujarab mengurangi frekuensi mereka menyalak untuk hal-hal yang tidak penting alias sekadar cari perhatian (caper).

Jika kebetulan agenda piknik dua bulanan itu melibatkan acara menginap, Adis dan Plato akan mengajak sembilan peliharaan mereka. Tidak ada satu pun yang ditinggal. Itu untuk menghindari saling iri. Sebab, jika menginap, sang pawrent otomatis tidak akan ada di rumah untuk jangka waktu lama. Itu bisa membuat para momongan emosi. Khususnya, anjing-anjing yang tidak diajak pelesiran.

”Hal pertama yang harus dipastikan saat mengajak anjing piknik adalah memastikan nggak bakal dimarahi pengelola,” terang Adis. Karena itulah, dia biasanya memilih jam-jam yang sepi. Saat tidak banyak pengunjung. Ke pantai, misalnya. Adis dan Plato akan memilih datang sepagi-paginya atau larut sore sekalian menjelang pantai tutup.

Selain tidak ingin membuat pengunjung lain merasa tak nyaman, strategi itu jitu untuk membuat anjing-anjingnya tenang. Dengan demikian, agenda piknik bisa berjalan dengan lancar.

Bagi Adis dan Plato, piknik bukan sekadar bersenang-senang. Tapi, agenda dua bulanan tersebut juga menjadi momentum untuk menciptakan kenangan. ”Soalnya, rata-rata anjing kami ini sudah tua. Mereka ini anjing buangan yang kami adopsi. Jadi, waktu bersama yang mungkin nggak panjang itu ingin kami abadikan sebaik-baiknya,” kata perempuan alumnus FKH Unair itu.

Biasanya, Adis membuat vlog yang lantas diunggah ke kanal YouTube pribadinya. ”Kami biasanya pamerin ke grup komunitas juga. Akhirnya pada banyak yang mau ikutan kalau piknik-piknik lagi. Jadi tambah seru kalau rame-rame,” tandasnya.

MEMAKSIMALKAN KERIAAN PIKNIK

  • Pastikan tempat tujuan ramah anjing
  • Latih peliharaan agar tidak gemar menggonggong
  • Selalu bawa pup bag dan wajib bawa pulang sampah
  • Bawa bekal air minum sebanyak-banyaknya
  • Selalu pakaikan leash atau tali kekang saat berada di tempat umum

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ama/c13/hep



Close Ads