
TOURING: Enam anggota Women’s Cycling Community (WCC) Bali bersiap memulai perjalanan mereka kembali. Event tersebut merupakan bagiandari kampanye 100 Km for Bali Pulih. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
Menelusuri jalur pantura dari Jakarta hingga Bali menjadi pilihan Women’s Cycling Community (WCC) Bali untuk berkampanye soal pariwisata. Namun, yang lebih ditekankan adalah kampanye untuk mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat. Lewat tajuk 100 Km for Bali Pulih, komunitas sepeda itu memulai perjalanan dari 1 November hingga 14 November.
---
JAM masih menunjukkan pukul 05.00. Namun, perempuan-perempuan tangguh tak kenal lelah itu sudah berkumpul di area Monumen Bambu Runcing, Surabaya. Bahkan, matahari masih malu-malu menampakkan sinarnya. Rabu pagi itu (11/11) menjadi tanggal yang cantik untuk kembali memulai touring 100 Km for Bali Pulih ke lokasi finis selanjutnya, yakni Probolinggo.
Mereka adalah Women’s Cycling Community (WCC) Bali. Meski anggota dari cabang Bali yang memulai tur bersepeda itu hanya berenam, pesepeda lain cukup ramai mengantarkan keberangkatan mereka. WCC ternyata sangat kompak. Meski jarang bertemu, setiap region yang dikunjungi mereka selalu membuka pintu rumah lebar-lebar bagi siapa saja yang berkunjung. Pada hari aktif sekalipun.
Pada pagi yang bukan weekend itu, sepuluh anggota WCC Surabaya sudah bersiap mengantarkan saudaranya menuju garis finis selanjutnya. ”Karena hari ini masih weekday, teman-teman dari Surabaya hanya mengantar sampai Porong, tetapi ada juga yang sampai garis finis,” terang Ketua WCC Surabaya Oeli Yosep Soru sesaat sebelum berangkat.
Ketua WCC Bali Trilara Prasetya Rina menjelaskan bahwa perjalanan mereka bertujuan mengampanyekan pola hidup baru. ”Jujur saja, pariwisata di Bali sangat berkurang karena pandemi ini. Sejak Maret hingga sekarang,” jelasnya. Dengan kampanye yang mereka bawa ke setiap kota, mereka berharap bahwa para traveler nggak perlu takut lagi untuk berwisata. Sebab, penerapan protokol juga sudah sangat ketat.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
