alexametrics

Women’s Cycling Community, Susuri Jawa–Bali Kampanyekan Pariwisata

15 November 2020, 19:19:48 WIB

Menelusuri jalur pantura dari Jakarta hingga Bali menjadi pilihan Women’s Cycling Community (WCC) Bali untuk berkampanye soal pariwisata. Namun, yang lebih ditekankan adalah kampanye untuk mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat. Lewat tajuk 100 Km for Bali Pulih, komunitas sepeda itu memulai perjalanan dari 1 November hingga 14 November.

JAM masih menunjukkan pukul 05.00. Namun, perempuan-perempuan tangguh tak kenal lelah itu sudah berkumpul di area Monumen Bambu Runcing, Surabaya. Bahkan, matahari masih malu-malu menampakkan sinarnya. Rabu pagi itu (11/11) menjadi tanggal yang cantik untuk kembali memulai touring 100 Km for Bali Pulih ke lokasi finis selanjutnya, yakni Probolinggo.

Mereka adalah Women’s Cycling Community (WCC) Bali. Meski anggota dari cabang Bali yang memulai tur bersepeda itu hanya berenam, pesepeda lain cukup ramai mengantarkan keberangkatan mereka. WCC ternyata sangat kompak. Meski jarang bertemu, setiap region yang dikunjungi mereka selalu membuka pintu rumah lebar-lebar bagi siapa saja yang berkunjung. Pada hari aktif sekalipun.

Pada pagi yang bukan weekend itu, sepuluh anggota WCC Surabaya sudah bersiap mengantarkan saudaranya menuju garis finis selanjutnya. ”Karena hari ini masih weekday, teman-teman dari Surabaya hanya mengantar sampai Porong, tetapi ada juga yang sampai garis finis,” terang Ketua WCC Surabaya Oeli Yosep Soru sesaat sebelum berangkat.

Ketua WCC Bali Trilara Prasetya Rina menjelaskan bahwa perjalanan mereka bertujuan mengampanyekan pola hidup baru. ”Jujur saja, pariwisata di Bali sangat berkurang karena pandemi ini. Sejak Maret hingga sekarang,” jelasnya. Dengan kampanye yang mereka bawa ke setiap kota, mereka berharap bahwa para traveler nggak perlu takut lagi untuk berwisata. Sebab, penerapan protokol juga sudah sangat ketat.

Cara mereka berkampanye pun cukup menarik. Karena komunitas tersebut punya 20 komunitas region lain, mereka mengajak setiap region yang disinggahi untuk gathering. ”Dari situ, kami mengampanyekan lewat mereka. Nanti dari setiap region, bisa disebarluaskan lagi,” sambung perempuan yang merupakan ketua WCC Bali periode kedua itu.

Bukan hanya gathering untuk membicarakan kampanye mereka. Setiap region merencanakan event selanjutnya bersama-sama. Trilara menjelaskan bahwa ada wacana untuk mengumpulkan setiap region di titik tengah. Yakni, Banyuwangi. ”Dari situ, nanti kami akan gowes bareng yang nantinya diharapkan muncul tren traveling pada saat pandemi yang tetap aman. Tapi, masih digodok lagi,” jelasnya.

Menyusuri 100 kilometer tentunya tidak mudah. Namun, kesulitan yang mereka hadapi hampir tidak ada. ”Mungkin panas, itu aja,” sambungnya. Berbekal sepeda road bike, mereka menyusuri jalanan yang hampir didominasi cor beton. ”Ini mungkin jadi lebih keras. Soalnya kalau di Bali, jalannya nggak begini,” ceritanya.

Namun, perempuan-perempuan yang mayoritas berumur 30–50 tahun itu tetap semangat hingga garis finis, Sabtu (14/11). ”Lewat kampanye ini, harapan kami sebenarnya cuma satu, gerakan komunitas yang tidak berbayar ini semoga bisa sedikit menggalakkan pariwisata kembali. Bukan hanya dari Bali, melainkan setiap region juga,” tambahnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ama/c12/tia



Close Ads