Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 20.32 WIB

Rugi Kalau Hanya Sekadar Main, Kini Candu Game Bisa Jadi Cuan

Anak bermain game Roblox di Depok, Jawa Barat, Selasa (12/8/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Beberapa dekade lalu bermain game dianggap sebagai mengisi waktu luang. Jika keterusan atau kecanduan dicap sebagai orang pemalas. 

Paradigma itu kini berubah. Bermain game beralih menjadi lapangan pekerjaan yang dapat menghasilkan uang bagi mereka yang menghabiskan waktunya dengan game. 

Fenomena ini didorong dengan kemunculan fasilitas yang memadai seperti pilihan game yang semakin banyak, aplikasi yang mudah diakses, serta pengaruh sosial media yang menyebarluaskan informasi secara cepat dan menyeluruh. 

Di Indonesia, bermain game telah berubah menjadi sebuah profesi. Salah satunya adalah pemain e-sports yang berlaga di turnamen internasional dengan hadiah miliaran rupiah. Selain itu, ada pula gamer kasual yang tetap bisa menghasilkan uang lewat live streaming, meski tidak bermain di level kompetitif. 

Media sosial berperan penting dalam hal ini. Tak hanya sekadar sarana bertukar informasi, tetapi membuka peluang bagi suatu hal untuk mendapatkan perhatian lebih atau sekarang disebut viral. Dalam kasus ini, ada sebuah game yang viral misalnya. Akan ada berjuta-juta orang yang tertarik, mendownload, dan ikut memainkan game tersebut dalam waktu yang begitu singkat. 

Tidak hanya itu, muncul juga peluang bisnis baru di sekitar ekosistem game. Misalnya, jasa joki akun, penjualan skin atau item digital, hingga pembuatan konten gaming untuk TikTok dan Instagram. Semakin banyak penonton yang haus hiburan, semakin besar pula peluang cuan yang bisa diraih. 

Dilansir Boston Consulting Group, pendapatan industri game global diprediksi mencapai USD 221 miliar pada 2024 dan USD 266 miliar pada 2028. Dilansir dari JD Supra.com, Indonesia menetapkan target ambisius untuk memajukan ekosistem game dalam negeri melalui PR 19/2024. Pemerintah fokus memperkuat posisi developer lokal, menarik investasi asing dengan syarat kerjasama, serta menyediakan dukungan berupa talenta, infrastruktur, dan pembiayaan.  

Hal ini menunjukkan bahwa industri dalam dunia gaming menyimpan sesuatu yang menjanjikan di masa depan. Bukan tanpa alasan, semua upaya pemerintah tersebut bertujuan agar industri game nasional bisa lebih kompetitif di panggung global. 

Meskipun begitu, masih banyak hal yang perlu diperhatikan. Tantangan implementasi regulasi tetap harus dipantau dan ditegaskan demi terciptanya industri yang sehat, aman dan nyaman. Kehadiran gaming sebagai industri baru juga membuka jalan bagi ekonomi makro. 

Komunitas-komunitas gaming yang terbentuk seringkali membuat kegiatan di dalamnya salah satunya yaitu gathering. Dari situ, roda ekonomi mikro mulai bergerak. Biasanya tak hanya sekadar berkumpul tetapi mereka juga memiliki merchandise hingga identitas tersendiri lewat barang-barang kembar. Hal inilah yang membuka potensi roda perekonomian berputar. 

Editor: Ilham Safutra
Sumber: jdsupra.com
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore