Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 April 2025 | 23.37 WIB

Kisah Singkat Sejarah Pokemon dari Sebuah Hobi Menjadi Fenomena Global

Mesin capit dengan boneka pikachu di dalamnya. (Pexels) - Image

Mesin capit dengan boneka pikachu di dalamnya. (Pexels)

JawaPos.com – Pokemon, kependekan dari "Pocket Monsters", adalah salah satu waralaba terbesar dalam industri hiburan. Namun, tak banyak yang tahu bahwa awal mula Pokemon berakar dari hobi masa kecil sang kreator, Satoshi Tajiri. Tajiri, yang gemar mengoleksi serangga di masa kecilnya, mengembangkan konsep permainan yang menggabungkan eksplorasi, koleksi, dan pertarungan.

Mengutip situs factsanddetails.com dan livemint.com, pada awal 1980-an, Satoshi Tajiri bersama Ken Sugimori memulai Game Freak sebagai majalah game di Jepang. Tajiri bertindak sebagai penulis, sementara Sugimori sebagai ilustrator. Namun, mereka segera menyadari bahwa industri game arcade mulai meredup, sehingga mereka beralih menjadi pengembang game. Beberapa game yang mereka buat diterbitkan oleh Nintendo dan SEGA, termasuk "Yoshi" untuk NES dan Game Boy serta "Magical Tarurūto-kun" untuk Mega Drive.

Ketika Tajiri mengajukan ide Pokemon ke Nintendo, konsepnya awalnya sulit dipahami. Namun, berkat rekam jejak Game Freak yang sukses, Nintendo tetap memberikan kesempatan. Tajiri bekerja di bawah bimbingan Shigeru Miyamoto, kreator Mario dan Zelda, untuk mengembangkan "Pocket Monsters: Red and Green" yang akhirnya dirilis pada 26 Februari 1996 di Jepang.

"Pocket Monsters: Red and Green" adalah game role-playing sederhana di mana pemain berperan sebagai pelatih Pokémon yang menjelajahi dunia, menangkap, dan melatih makhluk-makhluk unik untuk bertarung. Terinspirasi dari kecintaan Tajiri terhadap koleksi serangga, game ini dirancang untuk mendorong pemain mengumpulkan semua Pokemon yang tersedia.

Salah satu inovasi terbesar dalam game ini adalah sistem perdagangan Pokemon antar pemain. "Red" dan "Green" memiliki beberapa Pokemon eksklusif, sehingga pemain harus menggunakan kabel penghubung Game Boy untuk bertukar Pokemon dengan teman mereka. Fitur ini menjadikan Pokemon lebih dari sekadar game—ia menjadi pengalaman sosial yang mendorong interaksi antara pemain.

Selain itu, game ini memperkenalkan pertempuran berbasis giliran di mana pemain bertarung melawan Pemimpin Gym untuk mendapatkan lencana dan akhirnya menghadapi pelatih terbaik di wilayah tersebut. Konsep ini membuktikan bahwa Game Boy, yang sebelumnya lebih dikenal untuk game aksi, juga dapat menjadi platform untuk game role-playing yang mendalam.

Keberhasilan "Red" dan "Green" melahirkan berbagai edisi khusus seperti "Pokemon Blue" dan "Pokémon Yellow" yang didasarkan pada serial anime populer. Tahun 1998, Pokemon resmi merambah pasar internasional dengan peluncuran "Pokemon Red and Blue" di Amerika Utara, yang semakin memperkuat statusnya sebagai fenomena global.

Sejak saat itu, Pokemon terus berkembang dengan berbagai generasi baru, adaptasi dalam bentuk anime, kartu perdagangan, film, hingga game augmented reality seperti Pokemon GO. Namun, semuanya berawal dari impian seorang anak yang gemar mengoleksi serangga dan ingin membagikan kesenangannya kepada dunia. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore