Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 April 2023 | 00.00 WIB

Isi Dunia Siniar, Tokoh-Tokoh "Serius” Leluasa Menyajikan Gagasan secara Utuh

GELAR WICARA: Novel Baswedan (tengah) Bambang Widjojanto (kanan) berdiskusi bersama Rocky Gerung dalam siniar. Novel memanfaatkan kanalnya sebagai media edukasi antikorupsi. - Image

GELAR WICARA: Novel Baswedan (tengah) Bambang Widjojanto (kanan) berdiskusi bersama Rocky Gerung dalam siniar. Novel memanfaatkan kanalnya sebagai media edukasi antikorupsi.

Siniar alias podcast semakin mudah ditemui di platform media sosial (medsos). Lahir sebagai hiburan alternatif dalam bentuk audio, kini siniar hadir lebih atraktif lewat kanal YouTube dalam wujud audiovisual. Para host siniar pun tak melulu selebriti.

GENRE siniar kian beragam. Dewasa ini, topik siniar di dalam negeri kian ’’berat”. Apalagi setelah banyak tokoh dari dunia non hiburan yang ikut menekuni siniar. Ada praktisi hukum, politisi, pengamat, hingga pakar yang memilih untuk menyiniarkan gagasan dan wacana mereka.

Tentu tidak mudah bagi para tokoh itu menggeluti dunia baru yang berbeda dengan keseharian mereka. Mengundang narasumber, menyusun pertanyaan, kemudian menentukan jadwal perekaman alias taping adalah langkah-langkah yang harus ditempuh menjelang produksi siniar. Selanjutnya, masih ada proses penyuntingan yang harus dilewati sebelum akhirnya siniar bisa dinikmati audiens.

Selama lebih dari setahun terakhir, itulah yang dilakukan Novel Baswedan. Dibantu timnya, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu beradaptasi. Bagi Novel, siniar memberinya keleluasaan. ”Kalau media mainstream itu durasinya dibatasi,” ungkapnya saat ditemui Jawa Pos pada Jumat (31/3). Namun, dengan siniar, dia bisa bebas menyampaikan pesan-pesan antikorupsi tanpa takut melanggar durasi.

Selain Novel, sejumlah tokoh lain getol mengampanyekan ide-ide mereka lewat siniar. Di antaranya, mantan Ketua KPK Abraham Samad, eks Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, dan politikus Akbar Faizal. Ada pula Rocky Gerung, Zulfan Lindan, sampai mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Para tokoh publik itu bersiniar lewat kanal YouTube masing-masing.

Latar belakang yang beragam melahirkan varian tema yang tidak sama antara para tokoh tersebut. Novel, misalnya. Dia lebih banyak membahas isu antikorupsi. Topiknya mirip dengan Bambang dan Abraham. Sementara itu, Akbar dan Zulfan cenderung membahas tema-tema politik.

Novel mengatakan bahwa media sedang dilanda disrupsi alias perubahan masif. Hal yang menonjol dari fenomena itu adalah kekacauan. Dua faktor pemicunya, menurut dia, adalah disinformasi dan berita palsu. Pemahaman masyarakat yang masih kurang membuat disrupsi semakin parah. Termasuk tentang korupsi.

”Banyak hal tentang korupsi yang kurang dipahami masyarakat, terutama dari perspektif hukumnya,” terang suami Rina Emilda tersebut.

PELAJARAN: Angelina Sondakh menjadi narasumber antikorupsi dalam siniar Novel Baswedan.

Karena itulah, memanfaatkan siniar di kanal YouTube-nya, Novel menggaungkan pesan-pesan dan edukasi antikorupsi. Dia berharap upayanya itu akan membuat masyarakat digital (netizen) menjadi lebih paham. ”Yang paling penting, konten edukasi harus dibuat semenarik mungkin agar netizen tidak bosan,” tuturnya, lantas tertawa.

Novel yang sering tampil dan berbicara di depan publik mengakui bahwa menjadi host siniar tidaklah mudah. Apalagi, dia tidak punya latar belakang broadcaster seperti halnya pemandu podcast profesional. ”Sambil jalan sambil memperbaiki kekurangan,” ungkap pria yang kini bertugas di Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Pencegahan Korupsi Polri tersebut.

Eks Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menambahkan bahwa pesatnya perkembangan medsos menjadi salah satu faktor pendorong munculnya tren citizen journalism alias jurnalisme warga. Siapa pun bisa membuat akun medsos dan menjadi jurnalis. ”Di situlah masalah besarnya. Itu yang kadang menimbulkan kekacauan,” tutur pria berlatar belakang pengacara tersebut.

Kendati demikian, fenomena itu juga menghadirkan peluang. Dia dan Novel termasuk yang diuntungkan. BW, sapaan akrab Bambang, menyebut lahirnya sederet siniar anti-mainstream saat ini sebagai ikhtiar untuk menghadapi disrupsi media. ”Apalagi, sekarang ini pengguna internet di Indonesia sudah lebih dari 200 juta. Itu menunjukkan bahwa sekarang ini kita sudah masuk era media sosial,” paparnya. (tyo/c7/hep)

---

KANAL GELAR WICARA NONSELEBRITI

  • Akbar Faizal Uncensored: Politik
  • Zulfan Lindan Unpacking Indonesia: Politik
  • R66 Newlitics: Politik
  • Total Politik: Politik
  • RGTV Channel ID (Rocky Gerung): Politik & Sosial
  • Novel Baswedan: Hukum & Politik
  • Abraham Samad Speak Up: Hukum & Politik
  • Bambang Widjojanto: Hukum & Politik
  • Refly Harun: Hukum & Politik
  • Haris Azhar: Hukum & HAM
  • Gita Wirjawan: Umum

Sumber: Diolah dari berbagai sumber

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore