Ilustrasi ramadhan. (Freepik)
JawaPos.com - Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam di seluruh dunia. Namun, masih banyak yang menjalankan puasa tanpa memahami secara utuh apa itu rukun puasa.
Padahal, rukun puasa adalah inti dari ibadah untuk dapat dinyatakan sah atau tidaknya ibadah puasa yang sedang dilaksanakan. Jika rukun puasa tidak terpenuhi, maka puasa dipastikan tidak sah.
Pemahaman tentang rukun puasa penting agar ibadah yang dilakukan tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, tapi bernilai ibadah dan diterima di sisi Allah.
Rukun puasa Ramadhan adalah unsur pokok yang harus dipenuhi agar ibadah puasa dapat dinyatakan sah. Dalam ilmu fiqih, para ulama sepakat bahwa rukun puasa Ramadhan terdiri dari dua hal utama, yaitu niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Berikut penjelasan singkatnya:
Rukun puasa pertama yaitu niat. Tanpa melakukan niat, ibadah puasa yang dilakukan menjadi tidak sah.
Niat harus dihadirkan ke dalam hati untuk melaksanakan puasa Ramadhan karena Allah. Niat biasanya dilakukan sejak masuk waktu Maghrib hingga sebelum terbit fajar.
Niat puasa Ramadhan harus dilakukan pada malam hari karena merupakan puasa wajib. Sementara puasa sunnah, niat puasanya masih boleh dilakukan pada pagi hari selama tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Rukun puasa Ramadhan kedua adalah menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Beberapa hal yang membatalkan puasa di antaranya; makan dan minum dengan sengaja, berhubungan suami istri pada siang hari di bulan Ramadhan, muntah disengaja, keluar mani disengaja, haid atau nifas, murtad (keluar dari Islam), dll.
Masih banyak masyarakat yang keliru membedakan rukun puasa Ramadhan dan syarat wajib puasa. Secara sederhana, berikut penjelasannya:
Rukun puasa adalah inti dari ibadah puasa yang menentukan sah atau tidaknya puasa.
Syarat wajib puasa adalah syarat-syarat yang menentukan apakah seseorang terkena kewajiban berpuasa atau tidak. Jika syarat ini belum terpenuhi, maka orang tersebut tidak diwajibkan berpuasa.
Jika rukun puasa tidak terpenuhi, maka puasanya dinyatakan batal. Jika syarat wajib puasa tidak terpenuhi, puasa tidak sah dan wajib diganti pada hari lain sesuai dengan ketentuan.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
