Ilustrasi makanan yang disajikan saat buka puasa bersama (Freepik)
JawaPos.com – Menjaga kesehatan selama Ramadan menjadi hal penting karena waktu makan terbatas pada sahur dan berbuka puasa.
Asupan makanan pada dua waktu tersebut sangat menentukan kondisi tubuh sepanjang hari. Selain memilih makanan dengan indeks glikemik rendah, keseimbangan gizi tetap harus diperhatikan. Konsumsi sayuran, buah, protein, dan karbohidrat kompleks dianjurkan agar tubuh tetap bugar.
Namun, terdapat 5 jenis makanan yang sebaiknya dihindari selama Ramadhan, seperti dilansir dari laman Okadoc pada Minggu (22/2).
Makanan yang digoreng umumnya mengandung lemak jenuh dan kalori tinggi. Konsumsi berlebihan dapat memperlambat proses pencernaan dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung.
Kandungan natrium di dalamnya juga dapat meningkatkan rasa haus saat berpuasa. Selain itu, makanan berlemak dapat memicu rasa lelah dan lesu sepanjang hari. Oleh karena itu, metode memasak seperti merebus atau memanggang lebih disarankan selama Ramadan.
Makanan tinggi natrium, seperti makanan olahan dan instan, dapat menyebabkan dehidrasi. Natrium memicu tubuh menahan cairan sehingga keseimbangan cairan terganggu. Kondisi ini dapat memperparah rasa haus ketika menjalankan puasa.
Konsumsi natrium berlebihan juga berisiko meningkatkan tekanan darah. Karena itu, penting untuk membatasi asupan makanan asin saat sahur maupun berbuka.
Makanan dengan kandungan gula tinggi memberikan energi secara cepat, tetapi tidak bertahan lama. Lonjakan gula darah dapat diikuti penurunan drastis yang menyebabkan tubuh mudah lemas.
Selain itu, makanan manis umumnya rendah serat dan zat gizi penting. Konsumsi berlebihan juga berpotensi meningkatkan berat badan selama Ramadan. Pilihan makanan manis sebaiknya dibatasi dan diganti dengan buah segar yang lebih bernutrisi.
Kafein bersifat diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Kondisi ini membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Kehilangan cairan berlebih dapat memperbesar risiko dehidrasi saat berpuasa.
Selain itu, konsumsi kafein berlebihan dapat mengganggu kualitas tidur. Oleh sebab itu, minuman berkafein sebaiknya dikurangi selama Ramadan.
Minuman berkarbonasi umumnya mengandung gula tambahan dan zat aditif. Konsumsi minuman ini dapat menyebabkan perut kembung dan rasa tidak nyaman. Kandungan gula yang tinggi juga dapat memicu lonjakan gula darah.
Selain itu, minuman berkarbonasi tidak efektif menghidrasi tubuh secara optimal. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan selama Ramadan.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
