Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Februari 2026, 17.06 WIB

Masjid Lautze, Oase Jalan Dakwah dan Syiar Islam Warga Keturunan Tionghoa

Masjid Lautze.(Sahrul/JPC). - Image

Masjid Lautze.(Sahrul/JPC).

JawaPos.com - Kawasan Pecinan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, menjadi tempat berpendarnya syiar Islam yang digawangi oleh Yayasan Haji Karim Oie. Di antara deretan pertokoan, berdiri satu bangunan unik. Dengan arsitektur khas Tiongkok, paduan warna merah dan kuning yang mencolok, bangunan itu menjadi nadi jalan dakwah yang tidak berubah sejak tiga dekade silam. 

*MASJID* Lautze, demikian tertulis pada papan penanda bangunan itu. Berdiri sejak 1991 di Jalan Lautze Nomor 87-89, masjid tersebut menjadi salah satu rumah ibadah umat Islam yang berbeda dari kebanyakan tempat serupa. Dari fisik bangunannya, tidak ada kubah seperti masjid pada umumnya. Dari operasionalnya, masjid tersebut menyesuaikan jam kerja di kawasan sekitarnya.

Tahun ke tahun, keunikan itu tetap terjaga. Selaras dengan konsistensi jalan dakwah dan syiar Islam yang dibawa oleh pendirinya: pembauran. Masjid Lautze tidak pernah berhenti menyuarakan hal itu. Bahwa tidak dikenal istilah pribumi dan non pribumi dalam Islam. Semua satu, sebagai manusia yang beriman kepada Allah SWT. 

Sabtu sore (21/2), JawaPos.com mengunjungi masjid yang diresmikan oleh almarhum B. J. Habibie pada 1994 silam. Persis menjelang ibadah salat Ashar beberapa jamaah sudah berdatangan. Mereka mengambil air wudhu, kemudian duduk bersila menunggu adzan berkumandang. Tidak lama, masuk waktu Ashar. Salat berjamaah pun didirikan. 

”Imamnya Ustaz Naga,” kata pengurus takmir masjid bernama Yusman Iriansyah saat berbagi kisah mengenai Masjid Lautze

Yusman adalah salah seorang pengurus yang sudah cukup lama bertugas. Dia juga termasuk salah seorang penuntun jamaah Masjid Lautze bersyahadat untuk masuk Islam. Berdasar catatan Yayasan Haji Karim Oie, sudah lebih dari dua ribu orang mualaf mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Lautze. Sebagian besar adalah keturunan tionghoa.

”Baik yang ada di sekitar sini maupun orang-orang Tiongkok sana dari negeri Tiongkok datang ke sini,” ucap dia. 

Khusus Ramadhan tahun ini, sudah ada empat orang yang berniat menjadi mualaf dengan tuntutan pengurus Masjid Lautze. Yusman memastikan, tidak satu pun mualaf itu datang karena paksaan. Mereka datang dengan kesadaran penuh. Meminta dituntun untuk masuk Islam, kemudian belajar bersama-sama menjadi muslim yang baik. 

”Memang kehadiran kami sengaja di lingkungan pecinan, lingkungan orang-orang keturunan Tionghoa memang dalam rangka memudahkan saudara kita dari kalangan kalangan Tionghoa yang ingin mengenal Islam, berdiskusi tentang Islam, tanya-tanya tentang Islam,” jelasnya.

Khusus selama Ramadhan, Masjid Lautze tidak hanya menggelar ibadah salat Jumat, melainkan turut melaksanakan buka bersama dan tarawih. Namun, berbeda dengan masjid-masjid lainnya. Tarawih di Masjid Lautze hanya seminggu sekali. Setiap Sabtu atau malam Minggu. Selain itu, imam tarawihnya bergantian setiap dua rakaat.

”Tarawih di Masjid Lautze itu khasnya ya imam tarawihnya estafet begitu. Estafetnya dua rakaat ganti imam, dua rakaat ganti imam. Imamnya itu mualaf-mualaf semua. Mualaf-mualaf yang baru kami ajarkan hafalan surat-surat pendek,” kata dia.

Setiap kali tarawih, ada lima orang imam yang disiapkan. Semua imam itu disiapkan untuk memimpin delapan rakaat salat tarawih dan tiga rakaat salat witir. Selain tarawih setiap akhir pekan, Masjid Lautze juga buka selama sepuluh hari terakhir Ramadhan. Jamaah yang ingin beri'tikaf dipersilakan untuk datang dan beribadah di masjid tersebut.

Kini Masjid Lautze tidak hanya berdiri di Jakarta. Ada dua masjid serupa. Berdiri di Cirebon dan Bandung. Dengan kekhasannya, Masjid Lautze bak oase bagi keturunan Tionghoa yang ingin belajar lebih dalam soal Islam. Juga menjadi rumah untuk mereka yang sudah mantap dan berbulat tekad masuk Islam. Semua Masjid Lautze membawa syiar dan jalan dakwah yang sama: pembauran.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore