Abdul Muid Nawawi, dosen PTIQ Jakarta, saat podcast di kantor JawaPos.com. (Abdul Rahman//JawaPos.com)
JawaPos.com - Ibadah puasa adalah ibadah yang sangat personal kaitannya orang yang berpuasa dengan Tuhannya. Ibadah puasa sejatinya tidak ada keterkaitan dengan dunia di luar diri.
Orang yang melaksanakan ibadah puasa niatnya karena Allah, seharusnya tidak akan terdistrack oleh lingkungan yang tidak berpuasa. Orang yang berpuasa tidak akan ngiler dan kemudian ikut makan hanya karena melihat orang makan pada siang hari di bulan Ramadhan.
Karena ibadah puasa merupakan komitmen diri sendiri dengan Tuhan, besaran pahala ibadah puasa akan diberikan secara langsung oleh Allah disesuaikan dengan kualitas ibadah dan kadar keimanan dari setiap orang.
Di daerah-daerah mayoritas muslim, orang-orang Islam nyaris seragam dan kompak melaksanakan ibadah puasa. Jarang di daerah ada orang yang sacara terang-terangan menampakkan diri tidak berpuasa di bulan Ramadhan.
Namun di kota-kota besar dimana agama-agama beragam, cukup lumrah pemandangan orang tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Bahkan, yang tidak berpuasa ternyata juga orang yang beragama Islam.
Abdul Muid Nawawi, dosen Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an Jakarta mengatakan bahwa isu toleransi dan hormat menghormati biasanya muncul di kota-kota besar seiring beragamnya agama dan budaya di sana.
"Tentang hormat menghormati di bulan Ramadhan isu yang menarik di kota besar. Kalau di daerah tidak banyak macamnya, adanya keseragaman," ungkap Abdul Muid Nawawi dalam kunjungannya ke kantor JawaPos.com.
"Kita jarang ketemu orang yang tidak berpuasa di daerah, tapi di kota-kota besar, meski mayoritas muslim, banyak yang tidak berpuasa," imbuhnya.
Menurut Abdul Muid Nawawi, ketika menemukan orang Islam tidak berpuasa di bulan Ramadhan, kita tidak perlu marah apalagi menuding mereka tidak menghormati orang yang sedang berpuasa. Pasalnya, bisa jadi mereka memilih tidak berpuasa karena sedang terdesak oleh keadaan.
"Ada banyak pernyebab orang tidak puasa. Misalnya tuntutan kebutuhan hidup, setoran belum cukup tenaga sudah banyak terkuras, tidak sanggup lagi melakukan puasa,"katanya.
Dia menegaskan bahwa kehidupan setiap orang tidak bisa disamakan. Ada yang harus berjuang keras menguras tenaga demi memenuhi hidup diri sendiri dan keluarga, ada juga orang yang diberikan kemudahan mendapatkan penghasilan tanpa perlu menguras energi dan fisik secara ekstra.
"Orang yang berpuasa merasa sedang lapar, melihat orang di depannya enak-enak saja makan. Mungkin enak-enak makan tidak tepat bagi mereka. Barangkali mereka sebenarnya tidak mau makan, tapi mereka perlu makan karena tuntutan kehidupan mereka, tuntutan pekerjaan mereka. Tidak sesederhana mereka tidak sedang menghormati siapapun yang berpuasa," ungkapnya.
"Tapi saya tidak mengatakan memaklumi kalau ada peristiwa seperti itu. Mungkin mereka mengalami hidup yang tidak dialami oleh orang lain," imbuhnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
