Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Maret 2025 | 00.07 WIB

Catat! inilah Pengertian dan Keutamaan I'tikaf yang Harus Dipahami Setiap Muslim untuk Memperoleh Pahala di Bulan Ramadhan

Ilustrasi umat Islam beri’tikaf di masjid. (Photo by Vija Rindo Pratama/Pexels) - Image

Ilustrasi umat Islam beri’tikaf di masjid. (Photo by Vija Rindo Pratama/Pexels)

JawaPos.com - I’tikaf merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan bagi umat Islam, terutama pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Ibadah ini sesuai dengan sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana dalam sabda beliau:

"Siapa yang ingin beri'tikaf bersamaku, maka beri'tikaflah pada 10 malam terakhir," (HR. Ibnu Hibban).

Dilansir dari muhammadiyah.or.id, secara bahasa i’tikaf berarti berdiam diri dan menetap di suatu tempat dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selama i’tikaf, seseorang dianjurkan untuk mengisi waktu dengan berbagai ibadah, seperti salat, zikir, membaca Al-Qur’an, serta amalan lainnya yang dapat meningkatkan ketakwaan.

Menurut jabar.nu.or.id, hukum i’tikaf adalah sunnah, artinya ibadah ini sangat dianjurkan tetapi tidak wajib. Dalam pelaksanaannya, seseorang yang beri’tikaf harus tetap berada di dalam masjid dan hanya boleh keluar untuk keperluan mendesak, seperti buang hajat atau mengambil wudhu.

Selain sebagai bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah, i’tikaf juga menjadi salah satu cara untuk memperoleh Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

Oleh karena itu, banyak umat Islam yang berusaha melaksanakan i’tikaf pada penghujung Ramadhan demi meraih pahala dan keberkahan yang luar biasa.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai i’tikaf, berikut ini rangkuman penting yang perlu diketahui.

- Pengertian I’tikaf

Dalam buku Tuntunan Ramadhan yang diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid, dijelaskan bahwa i’tikaf adalah kegiatan berdiam diri di masjid dalam kurun waktu tertentu dengan tujuan beribadah dan mencari ridha Allah SWT.

Selama i’tikaf, seseorang dianjurkan untuk memperbanyak amalan seperti berzikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, serta melakukan ibadah lainnya yang mendekatkan diri kepada-Nya.

Ibadah i’tikaf memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 187:

"…maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, serta makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu hingga malam, tetapi janganlah kamu mencampuri mereka itu, sedangkan kamu sedang beri’tikaf di masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa."

Ayat ini menegaskan bahwa i’tikaf merupakan ibadah yang dilakukan di masjid, dan selama menjalankannya, seseorang harus menjaga kesucian serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

I’tikaf biasanya dilakukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan dengan harapan memperoleh malam Lailatul Qadar dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore