Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Maret 2024 | 22.06 WIB

Unik! Intip 6 Tradisi Bangunkan Sahur di Berbagai Negara, India Mengetuk Pintu dengan Tongkat Kayu

Intip tradisi membangunkan sahur dari berbagai negara./Sumber foto : Freepik/pereslavtseva - Image

Intip tradisi membangunkan sahur dari berbagai negara./Sumber foto : Freepik/pereslavtseva

JawaPos.com - Tradisi membangunkan sahur selama bulan Ramadhan ternyata tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Indonesia, melainkan juga ada di berbagai negara lain.

Kegiatan membangunkan orang sahur semacam ini menjadi aktivitas yang tak pernah ditemui di bulan lain selain Ramadhan.

Membangunkan sahur menjadi salah satu kemeriahan di bulan Ramadhan yang dilakukan di banyak negara dunia.

Selain menjadi tradisi bulan ramadhan, berikut beberapa negara yang memiliki tradisi unik membangunkan sahur selama Ramadhan.

  1. Turki

Di Turki, masyarakat membangunkan sahur dengan alat pengiring dari suara-suara yang dikeluarkan mesin penari pagi.

Alat tradisional ini memiliki bunyi yang mirip dengan suara alat musik perkusi yang cukup keras namun tetap berima. Sehingga cocok membangunkan sahur.

Selain mesin penari, adapula alat musik tradisional seperti nafiri yang semacam alat tiup khas Turki, yang juga digunakan untuk membangunkan orang sahur.

  1. Pakistan

Selanjutnya ada negara pakistan yang juga membangunkan sahur dengan diiringi oleh suara-suara seruling atau alat musik tradisional masyarakat setempat.

Bahkan di Pakistan yang membunyikan seruling ini ada petugas khusus yang memang bertugas membangunkan sahur.

Selain seruling, ada pula cara membangunkan sahur di Pakistang menggunakan pengeras suara Masjid setempat layaknya di Indonesia.

Dikutip dari arabnews.com, di Pakistan juga ada tradisi menabuh drum keliling kampung untuk membangunkan sahur. Namun, tradisi ini mulai pudar pada tahun belakangan.

  1. Mesir

Seperti di Pakistan, di Mesir terdapat petugas yang secara khusus bertugas membangunkan sahur, yang biasa disebut Musharti (penabuh drum).

Mereka berkeliling desa atau wilayah tertentu membangunkan sahur dengan membunyikan bel, memukul bedug serta drum.

Dinukil dari iqraonline.com, tradisi membangunkan sahur ini sudah ada sejak zaman Ottoman, yang mana penabuh genderang berjalan keliling sambil memanggil nama orang dan menyanyikan bait-bait sajak.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore