Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Maret 2024 | 21.30 WIB

Ayat Al-quran tentang Perintah Puasa Ramadhan di Al-Baqarah 183, Simak Poin Pentingnya

Ilustrasi Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan.

JawaPos.com- Puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi umat Islam. Kewajiban ini diperintahkan oleh Allah SWT di sejumlah ayat Al Quran, yakni ayat 183 sampai 187 surah Al-Baqarah. Surah kedua dalam Al-Quran menjelaskan secara rinci mengenai kewajiban, ketentuan, dan keringanan dalam berpuasa, serta turunnya Al-Quran pada Ramadhan. Ayat dalam surah Al-Baqarah yang secara jelas memerintahkan umat Islam berpuasa adalah ayat 183.

Puasa adalah salah satu dari rukun Islam yang ketiga, setelah mengucapkan dua kalimat syahadat dan salat. Secara bahasa, puasa berarti menahan. Adapun secara istilah, puasa merupakan ibadah yang dilakukan dengan menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit matahari sampai tenggelam matahari. Puasa yang bersifat wajib dalam syariat Islam adalah puasa di bulan Ramadan dan wajib dilakukan bagi umat muslim yang sudah baligh dan sehat akalnya.

Kewajiban berpuasa bagi umat muslim termaktub di dalam firman Allah dalam Surat Al-Baqarah Ayat 183,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183).
 
Niat Puasa Ramadhan, tak hanya dalil Alquran, dalil hadits pun juga menegaskan posisi hukum puasa Ramadhan. Dari Abdullah bin Umar Rasulullah SAW bersabda:  

بُنِيَ الإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ

وَصَوْمِ رَمَضَانَ، وَحِجِّ الْبَيْتَ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهَ سَبِيْلاً
Yang artinya: Islam ditegakkan di atas lima perkara, yaitu dua kalimat syahadat, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan haji ke Baitullah bagi mereka yang mampu.”  Hadits  diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam At-Tirmidzi, dan Imam An-Nasai. Kadar hadis ini shahih (tak diragukan lagi keabsahannya).

Asy Syaikh ‘Alwi dalam Mukhtashar Fiqh Shaum menjelaskan mengenai beberapa hikmah puasa. Di antara hikmah puasa adalah untuk mengingatkan umat Islam agar bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah Ta’ala. Selain itu, dengan berpuasa kita dituntut untuk dapat mengendalikan diri kita. Oleh karena itu, seorang muslim akan berusaha untuk menahan emosinya dan berpikiran jernih saat menjalani hari-harinya. Ibadah puasa memiliki keistimewaan di mana Allah mengkhususkan puasa untuk diri-Nya dan Allah Ta’ala sendiri yang akan membalas pahalanya.

عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.’” (HR. Bukhari no. 1761 dan Muslim no. 1946).
 


Dalam syariat Islam, selain puasa wajib, ada pula ibadah puasa yang juga dianjurkan atau bersifat ibadah sunah. Berikut ini penjelasan tentang puasa wajib dan puasa sunah. Dikutip dari islam.nu.or.id memaparkan poin penting dalam ayat ini yakni: 
1. Perintah panggilan untuk menjalankan puasa ditujukan kepada orang-orang yang beriman. Orang beriman adalah orang yang percaya pada firman Allah sehingga akan melaksanakannya dengan sepenuh hati sebagai sebuah kebutuhan jasmaniah dan rohaniah dalam bingkai ibadah. 
2. Perintah puasa bukan hanya diwajibkan kepada umat Nabi Muhammad namun juga diwajibkan kepada umat-umat sebelumnya. 
3. Tujuan puasa adalah untuk menjadikan umat Nabi Muhammad sebagai umat yang bertakwa yakni takut kepada Allah. Orang bertakwa akan senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang Allah swt.

Puasa Membentuk Ketakwaan
Di ujung ayat Al-Baqarah 183, ibadah puasa disebut untuk membentuk pribadi yang bertakwa (la-alakum tattaqun). Kaum muslimin, menurut Hamka dilatih untuk dapat mengendalikan diri. Terutama pada dua syahwat alamiahnya, yaitu syahwat perut, dan syahwat kelamin. Dikutip dari website muhammadiyah.or.id memaparkan walaupun seorang muslim itu telah memiliki pasangan yang halal, makanan dan minuman yang halal, dan tidak ada satu orang pun yang mengawasinya, orang yang beriman tetap akan berpuasa karena keyakinannya pada pengawasan Allah Swt.

“Jika keduanya ini tiada terkendali (syahwat perut dan syahwat kelamin), bisalah kemanusiaan manusia menjadi runtuh dan turun bertukar menjadi kebinatangan. Tetapi apabila dapat dikendalikan dengan puasa, kemanusiaan tadi akan naik tingkatnya. Kesabaran menahan adalah nilai yang amat penting bagi keteguhan jiwa. Sebab itu maka bersabda Nabi kita Saw, Puasa adalah separuh dari sabar (HR Ibn Majah).”.
 
 
Terlatih berpuasa dengan kemantapan iman, akan terhindar dari puasanya orang awam yang tidak memberi bekas kepada dirinya sendiri. Niscaya kitapun bertemu orang yang puasa asal perut lapar saja. Dibendungnya selera satu hari penuh, tetapi ketika berbuka puasa dihantamnya mana yang terletak dengan tidak terkendalikan, sehingga belanjanya sebulan puasa sama dengan belanja setahun. 
 
Bila tiba waktu beribadat tarawih atau tadarus matanya sudah ngantuk karena terlalu kenyang. Tentu kurang sekali harapan bahwa orang ini akan mendapat faedah takwa dengan puasa semacam itu. Rasulullah Saw menganjurkan berbuka puasa dengan secangkir air sejuk dan sebutir korma, artinya ialah supaya dalam membukakan puasa itu kitapun terlatih juga mengendalikan diri. sehingga maksud puasa untuk takwa benar-benar dapat dirasakan.
 
 
Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore