Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Februari 2025 | 20.55 WIB

Dikenal Sebagai Bulan yang Penuh Berkah dan Ampunan, Inilah Asal-usul hingga Makna Bulan Ramadhan

Ilustrasi Ramadhan. (Freepik) - Image

Ilustrasi Ramadhan. (Freepik)

JawaPos.com – Umat​​ Muslim dan nonmuslim sama-sama mengakui Ramadhan sebagai waktu yang paling penting dan suci dalam kalender Islam. Bulan suci ini menandai periode puasa, refleksi, dan pengabdian kepada Allah SWT.

Selama bulan kesembilan tahun Hijriyah, umat Muslim di seluruh dunia menahan diri dari makan dan minum antara matahari terbit dan terbenam. juga menggunakan waktu ini untuk membaca Alquran dan memperkuat hubungan mereka dengan Allah SWT.

Berikut penjelasan terkait asal-usul, makna hingga pelaksanaan ibadah pada bulan Ramadhan, seperti dilansir dari laman Muslim Aid dan Kemenag.

Asal-usul bulan ramadhan

Sesuai dengan kronologi turunnya wahyu yang diterima Nabi Muhammad SAW, mereka yang meyakini bahwa wahyu tersebut turun selama dua dekade berpendapat bahwa saum dan dengan demikian Ramadhan, diresmikan sekitar tahun 622 M.

Saat itu, Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya berada di Madinah, di mana iklim yang panas memengaruhi istilah ‘Ramadhan', yang memiliki arti ‘panas yang membakar.’ Aspek historis Ramadhan ini memberikan latar belakang yang bermakna bagi perayaannya.

Ajaran dan makna bulan ramadhan

Dalam Ramadhan, terdapat ibadah wajib yang menjadi bagian rukun Islam keempat, yaitu puasa. Puasa mendorong umat Muslim untuk mempraktikkan pengendalian diri, rasa syukur, dan kasih sayang.

Melalui ajaran-ajaran ini, umat Muslim memperingati sejarah Ramadhan dan pentingnya puasa Ramadhan dengan menahan diri dari makan dan minum di siang hari.

Bulan ini mengingatkan mereka tentang nilai disiplin diri, dan menjadi alasan utama mengapa Ramadhan memiliki tempat dalam sejarah.

Ibadah pada bulan ramadhan

Meskipun Ramadhan merupakan bagian penting dari praktik Islam, ada pengecualian bagi mereka yang tidak dapat berpuasa karena alasan kesehatan atau usia.

Orang-orang yang tidak dapat melakukan puasa diharuskan membayar Fidyah sebagai gantinya. Atau menggantinya di hari lain. Selain itu, semua Muslim yang memenuhi syarat didorong untuk membayar zakat fitrah, suatu tindakan yang berakar pada praktik awal Ramadhan.

Adat dan perayaan

Secara tradisional, umat Islam berbuka puasa dengan kurma, sebuah kebiasaan yang dikaitkan dengan Nabi Muhammad SAW.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore