Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 April 2023 | 05.30 WIB

Momen Lebaran Bagi CEO XL Axiata, Mewarisi Tradisi jadi Perekat Keluarga

Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini berbagi kisah mengenai tradisi Lebaran di keluarga besarnya. - Image

Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini berbagi kisah mengenai tradisi Lebaran di keluarga besarnya.

JawaPos.com - Umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Fitri 1444 Hijriah dengan suka cita. Sebulan penuh berpuasa, menahan lapar dan dahaga, Lebaran menjadi momen yang sangat dinanti.

Semua meryakan dengan penuh kegembiraan. Apalagi, Lebaran kali ini bisa dibilang merupakan momen kebebasan. Itu tak lain pandemi Covid-19 telah berangsur berakhir.

Lebaran memiliki kesan dan cerita tersendiri bagi setiap yang merayakannya. Tidak terkecuali Dian Siswarini, Presiden Direktur dan CEO XL Axiata. Kepada JawaPos.com, Dian Siswarini yang merupakan salah satu tokoh central perempuan di XL Axiata atau bahkan di industri telekomunikasi di Indonesia bercerita bahwa momen Lebaran banyak kisah baginya.

Dian memiliki banyak kenangan. Termasuk amanah sang ibunya untuk tetap menjadi perekat bagi keluarga besarnya saat momen Lebaran Idul Fitri tiba.

"Kalau bicara Lebaran, saya ingat pesan ibu saya. Dulu setiap Lebaran itu, semua saudara kumpul di rumah saya, di rumah orang tua saya. Mereka yang sibuk, jadi semua saudara datang dan kumpul. Jadi tradisi," tutur Dian.

Kemudian, lanjut Dian, kebiasaan tersebut turun dan diwariskan kepada dirinya dan keluarga saat ini. Melanjutkan, mewarisi kebiasaan keluarga yang dilakoni ibunya menjadi "lem", menjadi perekat bagi keluarga.

"Ya sekarang saya melanjutkan estafet menjadi perekat keluarga. Dari ibu memiliki kebiasaan jadi tempat berkumpul, sekarang turun ke saya untuk meneruskan tradisi tersebut," kenang Dian.

Kebiasaan tersebut dilanjut sampai sekarang. Wajib. Walau kondisi pandemi Covid-19 sempat melanda dan membuat jarak dan waktu begitu terasa, hal tersebut sebisa mungkin tetap dilakukan. Intinya berkumpul.

"Harus ada yang mau capek. Harus ada yang mau lelah untuk mengumpulkan keluarga. Karena kalau tidak seperti itu ya kita tidak kumpul. Pokoknya kebiasaan itu ibu saya pesan jangan sampai putus, gimana pun caranya," lanjut Dian.

Kuliner Wajib dan Pelesiran

Kumpul adalah hal wajib. Jelas harus ada penganan. Ini juga termasuk yang menjadi tradisi Lebaran Dian Siswarini. Ada kuliner wajibnya. Tak lengkap kalau tak ada hidangan khas. Dian diketahui berdarah Sunda. Perempuan kelahiran Majalengka 5 Mei 1968 ini tumbuh dan besar di tanah Sunda yang juga diketahui memiliki beragam kuliner khas yang menggugah selera.

Yang wajib ada bagi Dian dan keluarga adalah gulai kambing. "Kemudian opor jantung pisang. Tumis genjer campur oncom dan leunca juga wajib ada. Itu enak banget," kata Dian sembari membayangkan nikmatnya kuliner khas Lebaran di keluarganya itu.

Kenapa gulai kambing? Padahal gulai kambing bisa dimakan kapan saja di luar Lebaran? Dian menjawab, ini juga merupakan salah satu kuliner khas Lebaran warisan keluarganya. Dan, kambing tidak bisa dimakan sembarangan, tricky, cara ngolahnya, dan efek sampingnya kalau dimakan secara berlebihan.

"Kalau opor ayam kan bisa dimakan kapan saja. Dan itu kayaknya umum banget. Nah kalau kambing, kan tidak bisa dimakan setiap saat, makanya saat Lebaran, wajib ada," kata dian melanjutkan.

Dian juga diketahui doyan banget durian. Awak media yang biasa meliput pos telekomunikasi tahu persis kesukaan Dian ini. Hampir setiap event besar XL Axiata, buah durian wajib ada. Ini juga termasuk yang harus ada di Lebaran ala Dian Siswarini dan keluarga.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore