Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 April 2023 | 22.34 WIB

Masih Ada Yang Gunakan Sepeda motor, Belum Semua Masyarakat Kelas Bawah Mendapat Akses Mudik Bersama

TERIMBAS ONE WAY: Pengendara terjebak macet di Jalan Raya Kalimalang yang menghubungkan Jakarta Timur dengan Bekasi, Sabtu (7/5/2022). Hal itu imbas pemberlakukan one way arus balik mudik Lebaran ke Jakarta. (Miftahul Hayat/Jawa Pos). - Image

TERIMBAS ONE WAY: Pengendara terjebak macet di Jalan Raya Kalimalang yang menghubungkan Jakarta Timur dengan Bekasi, Sabtu (7/5/2022). Hal itu imbas pemberlakukan one way arus balik mudik Lebaran ke Jakarta. (Miftahul Hayat/Jawa Pos).

JawaPos.com - Hari raya Idul Fitri 1444 H disambut dengan gegap gempita. Jutaan warga melakukan mudik demi bisa merayakan Lebaran di kampung halaman. Puluhan ribu warga mudik dengan beragam program mudik gratis, termasuk yang diselenggarakan BUMN.

Berdasar data yang didapatkan, diketahui 78 ribu masyarakat Indonesia menikmati Mudik Bersama. Mereka diberangkatkan ke berbagai daerah agar pemudik bisa berkumpul dengan keluarga besar di kampung halaman. Ada yang menggunakan bus, kapal laut, maupun kereta api.

Direktur Pusat Kajian Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahardiansah menilai, Mudik Bersama BUMN ini merupakan kebijakan yang sangat baik. Program dari Kementerian BUMN itu harus terus dilakukan pada masa mendatang. Sebab, banyak manfaat yang diperoleh oleh peserta dengan mengikuti Mudik Bersama BUMN ini.

"Dengan adanya Mudik Bersama BUMN, masyarakat dapat mengalihkan dana yang semula untuk pulang kampung menjadi kebutuhan lain," ujar Trubus Rahardiansah, Rabu (19/4).

Dengan adanya mudik bersama ini, ekonomi di daerah pun semakin bergerak. Para perantau membawa uang dari kota dan berbelanja di kampung halaman. Tentunya ekonomi di daerah semakin menggeliat.

Dampak positif dari mudik bersama yaitu dapat mengurangi kemacetan lalu lintas dan korban kecelakaan di jalan raya. Selama ini salah satu bentuk pemicu kemacetan dalam periode arus mudik adalah para pemudik yang menggunakan sepeda motor. Dalam perjalanan, mereka memodifikasi sepeda motornya agar bisa mengangkut banyak barang dan orang.

Biasanya, kata Trubus, masyarakat kelas menengah bawah menggunakan moda transportasi kendaraan roda dua atau sepeda motor untuk mudik. Makanya, diharapkan program Mudik Bersama BUMN tetap dilanjutkan. Tidak ada lagi pemudik yang menggunakan kendaraan sepeda motor.

“Saya melihat masyarakat kelas menengah bawah belum banyak memiliki akses Mudik Bersama BUMN. Ini dapat dilihat masih banyak masyarakat kelas menengah bawah yang masih melakukan mudik dengan menggunakan sepeda motor," ujar Trubus.Baca Juga: Soal Pemudik Sepeda Motor, Polisi: Di Kalimalang Masih Landai

Agar dapat mewujudkan program mudik tanpa menggunakan sepeda motor di kemudian hari, Trubus meminta agar Pemerintah dan BUMN dapat memfasilitasi transportasi balik bagi para pemudik. Dengan adanya program Mudik dan balik Bersama BUMN, itu menunjukkan negara hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebab, BUMN merupakan bagian dari negara.

“Jangan sampai ada kesan negara lepas tangan. Selama ini Kemenhub hanya membuat regulasi mudik. Penegakan di lapangan diserahkan ke Polri. Ke depannya mungkin harus dibuatkan program Mudik dan Balik Bersama BUMN," tandasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore