
Ilustrasi opor ayam, salah satu hidangan khas Lebaran.
JawaPos.com – Perayaan Idul Fitri di Indonesia lekat dengan sajian menu opor ayam, rendang, sampai sambal goreng ati. Hampir semua hidangan Lebaran tinggi lemak. Di balik kelezatannya, ada bahaya kesehatan yang mengancam jika Anda tidak mengontrol asupannya. Kolesterol, asam urat, gula darah, dan tekanan darah bisa naik.
Bukannya tidak boleh menyantap hidangan Lebaran sama sekali, tapi penting untuk memperhatikan setiap makanan yang dikonsumsi. Anda masih bisa menikmati hidangan tanpa khawatir dengan bahayanya. Dilansir dari hellosehat, Minggu (10/4) Berikut tips merayakan Lebaran dengan cara yang lebih sehat.
1. Awali dengan makanan berserat tinggi
Melampiaskan keinginan untuk menyantap berbagai hidangan saat Lebaran tetap perlu mengendalikan nafsu makan yang sesuai dengan kebutuhan kalori harian.
Untuk mengontrol nafsu makan bisa dengan mengonsumsi makanan pembuka, pilihlah makanan berserat tinggi seperti apel.
Dalam Ulasan Obesity reviews: an official journal of the International Association for the Study of Obesity (2011) menjelaskan bahwa makan berserat tinggi dapat memperlambat pencernaan makanan. Efeknya dapat memberi rasa kenyang lebih lama dan tidak ingin makan lebih banyak.
Anda juga bisa memilih mengkonsumsi buah lain kaya akan air, seperti semangka, melon, atau pepaya. Cobalah makan buah-buahan ini sebelum berkunjung ke rumah kerabat sehingga perut sudah lebih terisi. Dengan begitu, Anda tidak “kalap” saat mencicipi kue kering, ketupat, atau hidangan lainnya.
2. Hindari makanan berlemak dan bersantan
Tips makan sehat saat merayakan hari Lebaran adalah menghindari terlalu banyak konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, seperti kuah opor, semur, dan rendang.
Makanan yang digoreng dan penuh santan dapat meningkatkan kadar kolesterol. Selain itu, mengkonsumsi makanan ini secara berlebihan bisa menimbulkan mual, pusing, nyeri tukak lambung, atau nyeri perut.
Saat makan daging cobalah memilih bagian daging yang tidak terlalu banyak mengandung lemak. Kombinasikan isi piring dengan sayuran sebagai asupan serat yang bisa membantu mengendalikan nafsu makan.
Buah dengan vitamin C seperti jeruk juga bisa Anda jadikan pencuci mulut karena membantu mampu menetralisir lemak.
3. Membiasakan makan secara teratur
Kebiasaan makan di luar jam makan justru membuat anda makan dalam porsi besar lebih sering sehingga asupan kalori tidak terkontrol tapi anda sebaiknya tetap menjalani pola makan teratur. Maka dari itu, makanlah sesuai jam makan seperti di hari-hari biasa.
Pastikan anda makan besar tetap tiga kali sehari (sarapan, makan siang, dan makan malam). Jangan tergoda untuk mencicipi makanan di rumah kerabat jika Anda baru saja makan besar sebelumnya. Anda boleh saja ngemil di sela waktu makan selanjutnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
