Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 April 2022 | 01.23 WIB

Kenapa Kita Harus Berpuasa? Begini Penjelasan Ustaz Solmed

Ustad Solmed. - Image

Ustad Solmed.

JawaPos.com - Ibadah puasa sejatinya bukan hanya diwajibkan kepada umat Nabi Muhammad SAW. Sejumlah umat terdahulu juga melakukan puasa meskipun cara dan waktunya berbeda beda.

Nabi Daud misalnya melaksanakan puasa dengan cara berbeda. Jika hari ini puasa, besok tidak, lusa puasa, keesokan harinya lagi tidak, begitu seterusnya. Sementara Nabi Nuh dalam sebuah riwayat dinyatakan melaksanakan puasa tiga hari setiap bulannya. Ada juga yang melakukan puasa diam. Sementara umat Muhammad diwajibkan melaksanakan ibadah puasa satu bulan penuh selama 30 hari.

Pertanyaan yang mungkin sering terlintas di benak kita, kenapa kita diwajibkan melaksanakan puasa? Terkait pertanyaan tersebut, Ustaz Solmed mengungkapkan kewajiban puasa sejatinya tidak dimaksudkan untuk membuat orang orang jadi sengsara tidak makan, tidak minum dan tidak melakukan hubungan suami-istri.

Tuhan mewajibkan hamba-Nya yaitu umat Muhammad dan umat-umat terdahulu berpuasa tentu memilki tujuan. Pertama, supaya diketahui orang yang benar benar bertakwa dan mana yang tidak. Karena ibadah puasa sejadinya ibadah yang sangat personal, hanya diketahui oleh yang bersangkutan dan Tuhan.

"Ibarat komandan pasukan minta baris berbaris. Ayo baris, anak buahnya tidak perlu bertanya apa tujuan baris berbaris. Kalau bertanya itu bisa digamparin. Itu menandakan ketaatan kepada komandan. Demikian pula dengan puasa, mana nih hamba yang benar benar bertakwa," kata Solmed kepada JawaPos.com, Senin (25/4).

Kewajiban berpuasa juga bertujuan untuk dapat mengekang hawa nafsu. Poin ini juga berlaku pada umat umat terdahulu sebelum datangnya Nabi Muhammad. "Supaya bisa mengendalikan diri menahahan hawa nafsu. Latihan sebulan penuh dengan harapan menjadi kebiasaan untuk 11 bulan ke depan. Orang bisa karena terbiasa, kan begitu," jelasnya.

Selain itu,ada banyak hikmah di balik ibadah puasa. Salah satunya untuk menjaga kesehatan diri setelah biasanya kerap makan makanan dan kurang mengosongkan perut di hari hari biasa. Dengan membiarkan perut dalam keadaan kosong, menjadi semacam detoksifikasi dalam tubuh kita. "Shumu tasihhu, berpuasalah kalian niscaya kalian akan sehat. Sebenarnya ada banyak hikmah di balik ibadah puasa yang lainnya," ungkap pria bernama lengkap Sholeh Mahmoed Nasution itu. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore