Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 September 2026 | 23.00 WIB

Dari Single Dental Implant ke Full Mouth Rehabilitation: Perawatan Gigi di Era Kedokteran Modern

Ilustrasi pasien menjalani perawatan gigi. (Istimewa). - Image

Ilustrasi pasien menjalani perawatan gigi. (Istimewa).

JawaPos.com - Kehilangan gigi dahulu sering kali dipandang sebagai persoalan sederhana: ada gigi yang hilang, kemudian dibuatkan pengganti. Namun, perkembangan kedokteran gigi modern menunjukkan bahwa mengganti gigi yang hilang sebenarnya jauh lebih kompleks. 

Dokter perlu mempertimbangkan tulang rahang, jaringan gusi, posisi gigi, hubungan gigitan, fungsi pengunyahan, hingga bagaimana restorasi tersebut akan dipelihara dalam jangka panjang. 

Perubahan cara pandang tersebut turut mendorong perkembangan dental implant. Jika sebelumnya penggantian gigi banyak mengandalkan gigi tiruan lepasan atau bridge konvensional, implant memberikan pilihan untuk menciptakan fondasi restorasi yang ditempatkan di dalam tulang rahang. 

Dari satu implant untuk menggantikan satu gigi, teknologi ini kemudian berkembang menjadi sistem yang dapat digunakan untuk menopang beberapa gigi hingga restorasi full-arch. 

Spektrum perawatannya pun semakin luas. Single dental implant dapat digunakan pada kehilangan satu gigi, implant-supported bridge dapat membantu menggantikan beberapa gigi, sedangkan konsep seperti All-on-4 dan All-on-X digunakan pada rehabilitasi satu lengkung gigi dalam kondisi tertentu. 

Pada kasus yang lebih kompleks, pendekatannya dapat berkembang menjadi full mouth rehabilitation, ketika dokter perlu merencanakan kembali kondisi gigi dan fungsi rongga mulut secara menyeluruh. 

Perkembangan teknologi digital juga ikut mengubah proses tersebut. Pemeriksaan tiga dimensi, intraoral scanning, digital treatment planning, CAD/CAM, dan teknologi guided surgery memungkinkan dokter mendapatkan lebih banyak informasi sebelum menentukan tindakan. Namun teknologi tetap merupakan bagian dari proses, bukan pengganti diagnosis dan pertimbangan klinis. 

Perkembangan ini dapat ditemukan dalam praktik implant dentistry modern, termasuk layanan CS Dental yang mencakup kebutuhan dental implant dari penggantian satu gigi hingga kasus rehabilitasi yang lebih luas. Pada setiap kasus, perencanaan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi pasien karena tidak ada satu metode implant yang otomatis cocok untuk semua orang. 

Ilustrasi pasien menjalani perawatan gigi. (Istimewa).

Single Dental Implant: Mengganti Satu Gigi Tanpa Mengabaikan Struktur di Sekitarnya 
Single dental implant merupakan salah satu aplikasi implant yang paling dikenal. Ketika satu gigi hilang, implant dapat berfungsi sebagai pengganti akar gigi. Setelah proses penyembuhan dan stabilisasi yang sesuai, implant tersebut dapat menopang sebuah crown sebagai pengganti bagian gigi yang terlihat. 

Keunggulan konsep ini adalah area gigi yang hilang dapat memperoleh penyangga tersendiri. Pada bridge konvensional, gigi yang berdekatan dapat digunakan sebagai penyangga restorasi. Pada implant-supported crown, implant ditempatkan pada area gigi yang hilang dan menjadi fondasi bagi crown tersebut. 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore