
Ilustrasi pasien menjalani perawatan gigi. (Istimewa).
JawaPos.com - Kehilangan gigi dahulu sering kali dipandang sebagai persoalan sederhana: ada gigi yang hilang, kemudian dibuatkan pengganti. Namun, perkembangan kedokteran gigi modern menunjukkan bahwa mengganti gigi yang hilang sebenarnya jauh lebih kompleks.
Dokter perlu mempertimbangkan tulang rahang, jaringan gusi, posisi gigi, hubungan gigitan, fungsi pengunyahan, hingga bagaimana restorasi tersebut akan dipelihara dalam jangka panjang.
Perubahan cara pandang tersebut turut mendorong perkembangan dental implant. Jika sebelumnya penggantian gigi banyak mengandalkan gigi tiruan lepasan atau bridge konvensional, implant memberikan pilihan untuk menciptakan fondasi restorasi yang ditempatkan di dalam tulang rahang.
Dari satu implant untuk menggantikan satu gigi, teknologi ini kemudian berkembang menjadi sistem yang dapat digunakan untuk menopang beberapa gigi hingga restorasi full-arch.
Spektrum perawatannya pun semakin luas. Single dental implant dapat digunakan pada kehilangan satu gigi, implant-supported bridge dapat membantu menggantikan beberapa gigi, sedangkan konsep seperti All-on-4 dan All-on-X digunakan pada rehabilitasi satu lengkung gigi dalam kondisi tertentu.
Pada kasus yang lebih kompleks, pendekatannya dapat berkembang menjadi full mouth rehabilitation, ketika dokter perlu merencanakan kembali kondisi gigi dan fungsi rongga mulut secara menyeluruh.
Perkembangan teknologi digital juga ikut mengubah proses tersebut. Pemeriksaan tiga dimensi, intraoral scanning, digital treatment planning, CAD/CAM, dan teknologi guided surgery memungkinkan dokter mendapatkan lebih banyak informasi sebelum menentukan tindakan. Namun teknologi tetap merupakan bagian dari proses, bukan pengganti diagnosis dan pertimbangan klinis.
Perkembangan ini dapat ditemukan dalam praktik implant dentistry modern, termasuk layanan CS Dental yang mencakup kebutuhan dental implant dari penggantian satu gigi hingga kasus rehabilitasi yang lebih luas. Pada setiap kasus, perencanaan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi pasien karena tidak ada satu metode implant yang otomatis cocok untuk semua orang.
Ilustrasi pasien menjalani perawatan gigi. (Istimewa).
Single Dental Implant: Mengganti Satu Gigi Tanpa Mengabaikan Struktur di Sekitarnya
Single dental implant merupakan salah satu aplikasi implant yang paling dikenal. Ketika satu gigi hilang, implant dapat berfungsi sebagai pengganti akar gigi. Setelah proses penyembuhan dan stabilisasi yang sesuai, implant tersebut dapat menopang sebuah crown sebagai pengganti bagian gigi yang terlihat.
Keunggulan konsep ini adalah area gigi yang hilang dapat memperoleh penyangga tersendiri. Pada bridge konvensional, gigi yang berdekatan dapat digunakan sebagai penyangga restorasi. Pada implant-supported crown, implant ditempatkan pada area gigi yang hilang dan menjadi fondasi bagi crown tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022