Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Juli 2026 | 23.49 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Hilang, Bisa Ganggu Fungsi Mengunyah hingga Susunan Gigi

Ilustrasi mengunyah makanan. (Pink Villa) - Image

Ilustrasi mengunyah makanan. (Pink Villa)

JawaPos.com - Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi pekerjaan rumah yang besar di Indonesia. Meski kerap dianggap bukan persoalan serius, gangguan pada gigi dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang, mulai dari aktivitas makan, berbicara, hingga rasa percaya diri.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan menunjukkan sebanyak 56,9 persen penduduk berusia tiga tahun ke atas mengalami masalah gigi dan mulut. Namun, hanya 11,2 persen yang tercatat mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan gigi.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mencatat karies, gigi berlubang, kehilangan gigi, hingga radang gusi masih menjadi persoalan yang paling banyak dialami masyarakat. Salah satu kondisi yang sering diabaikan adalah gigi yang tanggal atau hilang.

Padahal, kehilangan satu maupun beberapa gigi tidak hanya berdampak pada penampilan. Kondisi tersebut juga dapat menurunkan kemampuan mengunyah makanan, mengubah posisi gigi di sekitarnya, hingga mengganggu keseimbangan gigitan. 

Jika dibiarkan dalam waktu lama tanpa penanganan, masalah itu berpotensi memengaruhi kesehatan rongga mulut secara keseluruhan serta mengurangi kenyamanan saat beraktivitas.

Head of Clinic Smart Dental Muara Karang, drg. James Lai, mengatakan penggantian gigi yang hilang melalui implan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Menurutnya, setiap pasien memerlukan pemeriksaan menyeluruh agar jenis perawatan yang dipilih benar-benar sesuai dengan kondisi masing-masing. Edukasi implan ini selaras dengan Smart Dental Implant Week "Kembali Tersenyum" yang akan diselenggarakan pada 24-31 Juli 2026.

“Implan gigi bukan hanya tentang mengganti gigi yang hilang, tetapi juga mengembalikan fungsi kunyah, kenyamanan, dan rasa percaya diri pasien. Karena itu, setiap pasien perlu melalui pemeriksaan terlebih dahulu untuk menilai kondisi tulang rahang, gusi, serta kebutuhan perawatan secara keseluruhan. Dengan perencanaan yang tepat, hasil perawatan dapat menjadi lebih nyaman, stabil, dan sesuai dengan kebutuhan pasien,” ujar drg. James.

Smart Dental sendiri akan menggelar Dental Implant Week "Kembali Tersenyum" pada 24-31 Juli 2026 untuk menghadirkan edukasi sekaligus konsultasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui kondisi gigi dan mulutnya sebelum menentukan pilihan perawatan yang sesuai.

Ia menjelaskan, implan gigi merupakan salah satu metode modern untuk menggantikan gigi yang hilang. Perawatan ini dirancang menyerupai akar gigi yang dipasang pada tulang rahang sehingga mampu memberikan penopang yang lebih stabil bagi gigi pengganti.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore