Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Agustus 2026 | 03.20 WIB

Smile Makeover Modern: Dental Implant, Invisalign, dan Veneer untuk Senyum yang Lebih Natural

Smile makeover modern menggabungkan Dental Implant, Invisalign, dan Veneer sesuai kondisi gigi untuk menciptakan senyum sehat dan natural. (Dental Aesthetic Clinic) - Image

Smile makeover modern menggabungkan Dental Implant, Invisalign, dan Veneer sesuai kondisi gigi untuk menciptakan senyum sehat dan natural. (Dental Aesthetic Clinic)

JawaPos.com — Memiliki senyum yang menarik tidak selalu berarti memiliki gigi yang sangat putih atau terlihat sempurna. Dalam kedokteran gigi modern, konsep smile makeover berkembang menjadi perawatan yang mempertimbangkan lebih banyak aspek, mulai dari susunan dan bentuk gigi, kesehatan gusi, fungsi gigitan, hingga kesesuaian senyum dengan karakter wajah seseorang.

Perkembangan teknologi kedokteran gigi juga membuat perawatan estetika kini dapat direncanakan dengan lebih terukur. Pemeriksaan digital, pemindaian intraoral, hingga perencanaan perawatan berbasis komputer membantu dokter menentukan tindakan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Dalam kondisi tertentu, smile makeover dapat melibatkan satu jenis perawatan. Namun pada pasien dengan masalah gigi yang lebih kompleks, beberapa prosedur seperti Dental Implant, Invisalign, dan Dental Veneer dapat menjadi bagian dari satu rangkaian perawatan.

Dental Implant untuk Mengembalikan Gigi yang Hilang

Kehilangan gigi bukan hanya persoalan penampilan. Jika dibiarkan, ruang kosong akibat gigi yang hilang dapat memengaruhi fungsi mengunyah dan posisi gigi di sekitarnya.

Salah satu pilihan untuk menggantikan gigi yang hilang adalah Dental Implant. Perawatan ini menggunakan implan yang berfungsi sebagai akar gigi buatan dan ditempatkan pada tulang rahang. Setelah proses penyatuan dengan tulang yang dikenal sebagai osseointegration, implan kemudian dapat digunakan sebagai penyangga mahkota gigi.

“Dental Implant dapat menjadi pilihan untuk pasien yang kehilangan satu gigi, beberapa gigi, maupun kondisi kehilangan gigi yang lebih luas. Karena implan ditempatkan pada tulang rahang, perawatan ini dapat membantu mengembalikan fungsi dan memberikan tampilan yang menyerupai gigi alami,” ujar drg. Cindy Callista Saconk.

Salah satu kelebihan implant dibandingkan bridge konvensional adalah tidak selalu membutuhkan pengasahan gigi sehat di sebelahnya sebagai penyangga.

Namun, tidak semua pasien dapat langsung menjalani implant. Kondisi tulang rahang, kesehatan gusi, kebiasaan merokok, kebersihan mulut, serta kondisi kesehatan secara umum perlu menjadi pertimbangan sebelum tindakan dilakukan.

Karena itu, pemeriksaan menjadi bagian penting sebelum dokter menentukan apakah Dental Implant merupakan pilihan yang tepat.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore