
ASEAN Dengue Day 2026 yang diikuti Koalisi Bersama Lawan Dengue (Istimewa)
JawaPos.com - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) tak cuma mengancam nyawa, tetapi juga menguras ekonomi Indonesia. Studi terbaru memperkirakan beban ekonomi dengue di Indonesia mencapai USD 550,9 juta atau hampir Rp9 triliun sepanjang 2024.
Beban tersebut mencakup biaya pengobatan, pengeluaran keluarga selama perawatan, hingga hilangnya pendapatan karena pasien maupun pendamping tidak bisa bekerja. Pemerintah pun menilai pencegahan dengue harus ditempatkan sebagai investasi, bukan sekadar pengeluaran kesehatan.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, pemerintah berkomitmen mencapai target Zero Dengue Deaths 2030 melalui pengendalian dengue secara terintegrasi dan berkelanjutan.
“Upaya pencegahan dengue harus dipandang sebagai investasi bagi kesehatan masyarakat dan ketahanan bangsa, bukan sekadar biaya yang harus ditanggung,” ujar Benjamin, Senin (21/9).
Kemenkes, lanjutnya, tengah menyusun Rencana Aksi Nasional Pengendalian Dengue 2026–2029. Rencana tersebut akan menjadi pedoman bersama untuk memperkuat surveilans, pencegahan, deteksi dini, tata laksana klinis, hingga kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.
Sementara itu, Studi Center for Health Financing Policy and Insurance Management (Pusat KPMAK) Universitas Gadjah Mada menunjukkan sebagian besar beban ekonomi dengue pada 2024 berkaitan dengan pasien yang ditanggung BPJS Kesehatan.
Meski biaya medis pasien dengue ditanggung melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), beban di tingkat keluarga tetap besar. Estimasi biaya medis langsung mencapai sekitar Rp 3 triliun, sementara pasien dan keluarga masih menanggung sekitar Rp 3,5 triliun untuk biaya transportasi, konsumsi, akomodasi pendamping, serta kehilangan pendapatan.
Peneliti senior UGM Dr. Diah Ayu Puspandari, Apt., MBA., M.Kes., mengatakan bahwa JKN belum sepenuhnya menghapus beban finansial yang muncul akibat dengue.
“Temuan kami menegaskan bahwa dengue menimbulkan beban ekonomi nasional yang besar, menyentuh sistem pembiayaan kesehatan sekaligus keuangan keluarga Indonesia. Yang penting dicermati, JKN belum menghapus beban ekonomi di tingkat rumah tangga,” kata Diah.
Menurutnya, pasien yang tercakup JKN masih mengeluarkan biaya mandiri rata-rata Rp 1,09 juta hingga Rp 1,33 juta per episode. Sementara bagi pasien tanpa asuransi, pengeluaran tersebut bisa mencapai Rp 4,27 juta hingga Rp 5,60 juta per episode.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022