Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2026 | 02.34 WIB

DBD Terjang Indonesia, Wamenkes: Cegah Sekarang Agar Tidak Rugi Miliaran!

ASEAN Dengue Day 2026 yang diikuti Koalisi Bersama Lawan Dengue (Istimewa) - Image

ASEAN Dengue Day 2026 yang diikuti Koalisi Bersama Lawan Dengue (Istimewa)

JawaPos.com - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) tak cuma mengancam nyawa, tetapi juga menguras ekonomi Indonesia. Studi terbaru memperkirakan beban ekonomi dengue di Indonesia mencapai USD 550,9 juta atau hampir Rp9 triliun sepanjang 2024.

Beban tersebut mencakup biaya pengobatan, pengeluaran keluarga selama perawatan, hingga hilangnya pendapatan karena pasien maupun pendamping tidak bisa bekerja. Pemerintah pun menilai pencegahan dengue harus ditempatkan sebagai investasi, bukan sekadar pengeluaran kesehatan.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, pemerintah berkomitmen mencapai target Zero Dengue Deaths 2030 melalui pengendalian dengue secara terintegrasi dan berkelanjutan.

“Upaya pencegahan dengue harus dipandang sebagai investasi bagi kesehatan masyarakat dan ketahanan bangsa, bukan sekadar biaya yang harus ditanggung,” ujar Benjamin, Senin (21/9).

Kemenkes, lanjutnya, tengah menyusun Rencana Aksi Nasional Pengendalian Dengue 2026–2029. Rencana tersebut akan menjadi pedoman bersama untuk memperkuat surveilans, pencegahan, deteksi dini, tata laksana klinis, hingga kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.

Sementara itu, Studi Center for Health Financing Policy and Insurance Management (Pusat KPMAK) Universitas Gadjah Mada menunjukkan sebagian besar beban ekonomi dengue pada 2024 berkaitan dengan pasien yang ditanggung BPJS Kesehatan.

Meski biaya medis pasien dengue ditanggung melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), beban di tingkat keluarga tetap besar. Estimasi biaya medis langsung mencapai sekitar Rp 3 triliun, sementara pasien dan keluarga masih menanggung sekitar Rp 3,5 triliun untuk biaya transportasi, konsumsi, akomodasi pendamping, serta kehilangan pendapatan.

Peneliti senior UGM Dr. Diah Ayu Puspandari, Apt., MBA., M.Kes., mengatakan bahwa JKN belum sepenuhnya menghapus beban finansial yang muncul akibat dengue.

“Temuan kami menegaskan bahwa dengue menimbulkan beban ekonomi nasional yang besar, menyentuh sistem pembiayaan kesehatan sekaligus keuangan keluarga Indonesia. Yang penting dicermati, JKN belum menghapus beban ekonomi di tingkat rumah tangga,” kata Diah.

Menurutnya, pasien yang tercakup JKN masih mengeluarkan biaya mandiri rata-rata Rp 1,09 juta hingga Rp 1,33 juta per episode. Sementara bagi pasien tanpa asuransi, pengeluaran tersebut bisa mencapai Rp 4,27 juta hingga Rp 5,60 juta per episode.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore