
Ilustrasi saat seorang anak mengalami stres. (Freepik)
JawaPos.com - Stres merupakan perasaan yang umum dirasakan oleh kebanyakan orang dewasa. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa perasaan ini dapat dirasakan juga oleh anak-anak dan remaja. Tekanan akademis, lingkungan, atau bahkan permasalahan keluarga dapat membuat anak merasa tertekan tanpa mampu menjelaskan apa yang ia rasa dengan jelas.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda stres sejak dini, serta memahami apa yang harus dilakukan untuk menangani emosional anak.
Dilansir dari American Psychological Association (APA), berikut beberapa cara untuk mengenali kemungkinan tanda stres pada anak-anak.
1. Waspadai jika ada perubahan perilaku negatif
Perubahan yang umum terjadi adalah ketika anak mudah tersinggung, terlihat lebih murung dari biasanya, menarik diri dari aktivitas yang biasanya ia sukai, lebih sering mengeluh tentang tugas sekolah daripada biasanya, menangis, tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit, dan makan terlalu banyak atau terlalu sedikit.
Meskipun perubahan perilaku ini tidak selalu berkaitan dengan stres yang berlebihan, tetapi perubahan ini hampir selalu merupakan indikasi yang jelas bahwa ada sesuatu yang salah.
2. Rasa "sakit" mungkin disebabkan oleh stres
Tanda-tanda stres juga dapat muncul dalam gejala fisik, seperti sakit perut dan sakit kepala. Jika seorang anak terlalu sering ke perawat sekolah atau mengeluh sakit di bagian kepala atau perut padahal dokter menyatakan mereka sehat, maka ada kemungkinan anak tersebut mengalami stres.
3. Awasi bagaimana anak berinteraksi dengan orang lain
Terkadang anak-anak atau remaja mungkin tampak bersikap biasa saja ketika berada di rumah. Namun, ia berperilaku tidak biasa ketika ia berada di luar rumah atau di lingkungan lain.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui perkembangan anaknya di lingkungan sekitar agar dapat memahami pikiran, perasaan, dan perilaku anak, jika ada yang dirasa aneh atau berbeda.
4. Dengarkan dan pahami bahasa mereka
Anak-anak sering kali tidak familiar dengan kata stres. Mereka mungkin mengungkapkan perasaan tersebut melalui kata-kata lain, seperti "bingung", "kesal", "marah", atau "cemas". Tidak jarang juga anak-anak atau remaja mengungkapkan perasaan stres dengan konotasi negatif, seperti "aku bodoh", "tidak ada yang menyukaiku", "tidak ada yang menyenangkan". Kata-kata ini mungkin bisa mengarahkan orang tua untuk mengetahui sumber stres anak-anak.
Cara Mendampingi Anak atau Ramaja yang Mengalami Stres
Setelah mengetahui tanda-tanda stres pada anak atau remaja, penting bagi orang tua untuk memahami cara tepat dalam mendampingi mereka menghadapi kondisi tersebut.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
