Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Agustus 2025 | 01.53 WIB

Waspadai Nyeri Lutut Saat Aktivitas, Mayapada Hospital Surabaya Tawarkan Solusi Modern dan Presisi

Tim Dokter tengah melakukan tindakan operasi lutut. (Freepik) - Image

Tim Dokter tengah melakukan tindakan operasi lutut. (Freepik)

JawaPos.com - Bagi pecinta jogging, futsal, atau pendakian gunung, lutut menjadi tumpuan utama dalam bergerak. Namun, penggunaan intensif sering membuat sendi ini rentan mengalami cedera, yang umumnya ditandai dengan rasa nyeri. Jika keluhan tersebut terus muncul saat berjalan, menekuk, bahkan saat beristirahat, ada baiknya segera melakukan pemeriksaan medis.

Dokter Spesialis Ortopedi Mayapada Hospital Surabaya, dr. Reyner Valiant Tumbelaka, M.Ked.Klin., Sp.OT, menjelaskan bahwa nyeri lutut bisa disebabkan oleh berbagai kondisi. “Nyeri lutut bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti cedera ligamen seperti robekan pada ligamen anterior cruciatum (ACL) yang menyebabkan lutut jadi tidak stabil dan nyeri tajam, bursitis atau peradangan pada bantalan sendi, hingga masalah pada tulang rawan,” ungkapnya.

Ia mengingatkan, nyeri lutut yang berlangsung lama dan disertai gejala seperti pembengkakan, bunyi ‘kletak’ saat digerakkan, atau kesulitan meluruskan maupun menekuk lutut, perlu diwaspadai. Pemeriksaan sejak dini dapat mencegah kerusakan sendi yang lebih parah. Untuk diagnosis yang akurat, dokter biasanya melakukan pemeriksaan rontgen, MRI, atau CT scan guna melihat struktur lutut secara detail.

Menurut dr. Reyner, penanganan awal nyeri lutut biasanya dilakukan secara non-operatif, mulai dari obat anti-inflamasi, suntikan kortikosteroid pada sendi, hingga fisioterapi. Namun, bila metode ini belum efektif, tindakan operasi seperti arthroscopy atau total knee replacement (TKR) dapat menjadi pilihan.

Mayapada Hospital Surabaya kini mengandalkan teknologi robotik VELYS™ Robotic-Assisted Solution di layanan Orthopedic Center untuk meningkatkan presisi operasi lutut. Teknologi ini menampilkan anatomi dan pergerakan lutut pasien secara real-time dalam format 3D, memungkinkan pemasangan implan yang lebih presisi dan seimbang.

“Teknologi robotik membantu dokter mengambil tindakan yang lebih tepat, sesuai kondisi tiap pasien. Bagi pasien sendiri, dapat merasakan manfaatnya langsung, dengan risiko komplikasi lebih rendah, pemulihan jadi lebih cepat, dan gerak pascaoperasi pun terasa lebih nyaman, dan pasien dapat lebih cepat kembali beraktivitas,” jelas dr. Reyner. Pasien juga akan mendapatkan program rehabilitasi pascaoperasi bersama fisioterapis berpengalaman.

Orthopedic Center Mayapada Hospital Surabaya menyediakan layanan komprehensif untuk keluhan tulang dan sendi, mulai dari deteksi dini, diagnosis, penanganan, hingga perawatan lanjutan. Warga Surabaya dan sekitarnya dapat melakukan konsultasi dengan tim dokter ortopedi multidisiplin yang siap memberikan penanganan modern, termasuk operasi lutut dengan teknologi robotik.

Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, M.D., FISQua, menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan patient-centered care dengan dukungan Orthopedic Board yang beranggotakan para spesialis dan subspesialis ortopedi dari Mayapada Healthcare.

“Kehadiran teknologi medis mutakhir, juga akan meningkatkan kenyamanan pasien (patient experience) dan keamanan pasien (patient safety),” ujarnya.

Pasien dapat memanfaatkan aplikasi MyCare untuk membuat janji temu dokter, memantau kebugaran tubuh, hingga membaca edukasi kesehatan. MyCare juga menawarkan reward point bagi pengguna baru yang dapat digunakan sebagai potongan harga pada berbagai layanan pemeriksaan di seluruh unit Mayapada Hospital.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore