
ilustrasi seseorang yang menikmati makanan manis./Freepik
JawaPos.com - Eritritol adalah pemanis nol kalori yang populer digunakan dalam berbagai produk makanan bebas gula. Banyak orang mengonsumsinya untuk menghindari gula tanpa mengorbankan rasa manis. Namun, pemanis ini mungkin tidak seaman yang kita kira.
Sebuah studi laboratorium terbaru menemukan potensi risiko yang mengejutkan. Melansir dari Livescience.com Rabu (6/8), eritritol dapat merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah otak. Temuan ini menambah kekhawatiran dari penelitian sebelumnya.
Berikut adalah beberapa temuan kunci dari penelitian tersebut:
Memicu Stres Oksidatif
Paparan eritritol pada sel-sel pembuluh darah otak memicu kondisi yang disebut stres oksidatif. Kondisi ini membuat sel memproduksi molekul berbahaya yang dikenal sebagai radikal bebas. Radikal bebas dapat merusak dan menua sel.
Menghambat Aliran Darah Otak
Eritritol mengganggu kemampuan pembuluh darah untuk mengatur aliran darah. Hal itu terjadi karena eritritol mengurangi produksi senyawa penting, yaitu nitrat oksida. Akibatnya, pembuluh darah menjadi menyempit secara berbahaya, berpotensi mengurangi pasokan oksigen ke otak.
Mengurangi Kemampuan Mengatasi Pembekuan Darah
Studi menemukan bahwa eritritol menurunkan protein t-PA, yang berperan memecah gumpalan darah. Penurunan protein ini akan meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah. Gumpalan dapat menghalangi aliran darah.
Menambah Risiko Stroke Iskemik
Penelitian ini menunjukkan bahwa eritritol dapat berkontribusi pada mekanisme di balik peningkatan risiko stroke iskemik. Jika pembuluh darah menyempit dan kemampuan memecah gumpalan menurun, risiko stroke naik. Ini memperkuat temuan penelitian terdahulu.
Memperkuat Penelitian Sebelumnya
Penelitian ini menambahkan detail baru pada studi observasional yang lebih besar. Sebelumnya, sebuah studi terhadap 4.000 orang menemukan hubungan eritritol dengan risiko serangan jantung dan stroke. Peningkatan risiko tersebut ditemukan pada orang dengan kadar eritritol yang tinggi dalam darahnya.
Pentingnya Penelitian Lebih Lanjut
Meskipun hasil ini mengkhawatirkan, penelitian ini hanyalah studi laboratorium. Studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak eritritol secara lebih detail pada tubuh manusia. Peneliti menekankan pentingnya menentukan seberapa banyak eritritol dapat dikonsumsi tanpa bahaya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
