Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Juni 2024 | 21.51 WIB

3 Cara Refleksikan Diri Setelah Mengalami Trauma yang Terjadi dalam Kehidupan, Simak!

Ilustrasi orang yang sedang merefleksikan diri. (Unsplash.com/LaurenzKlenheider) - Image

Ilustrasi orang yang sedang merefleksikan diri. (Unsplash.com/LaurenzKlenheider)

JawaPos.com - Trauma merupakan respon tubuh dan pikiran terhadap suatu peristiwa traumatis seperti pengkhianatan, kematian seseorang, kecelakaan, hingga pelecehan secara verbal maupun non-verbal.

Ketika seseorang menghadapi kejadian yang menimbulkan trauma, hal ini bisa menyebabkan gangguan mental seperti stres dan depresi, sehingga butuh waktu pemulihan yang cukup lama.

Dilansir dari laman Artikel Psikologi UGM pada (26/06/2024), trauma yang dialami saat masa kecil bisa muncul di usia dewasa, atau sering disebut dengan inner child.

Sehingga seseorang yang mengalami trauma di masa kecil akan sulit mengendalikan emosi, kesulitan berkonsentrasi, serta susah dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

Ketika kita sadar bahwa sikap yang mengganggu saat ini berasal dari trauma, maka segeralah mencari tahu akar masalahnya serta hal yang harus dilakukan untuk penyembuhan luka ini.

Dikutip dari laman Artikel Family Transformation, terdapat 3 cara merefleksikan diri setelah mengalami trauma yang terjadi dalam kehidupan, antara lain.

Baca Juga: 10 Alasan Orang Betah Hidup Sendirian Tanpa Pasangan, Bisa Jadi Trauma?

1. Keterikatan

Keterikatan yang sehat yakni pada kekuatan hubungan kita dengan Tuhan, serta dengan orang yang dicintai seperti orang tua, pasangan, atau teman. Sehingga akan muncul kehangatan, kasih sayang, dan kebaikan.

2. Spiritualitas

Menurut para psikolog, spiritualitas adalah praktik pribadi dengan zat yang dianggap suci yaitu meyakini ajaran Tuhan pada setiap agama yang dianut.

Contohnya jika umat muslim maka seringlah membaca al-quran dan mendatangi majelis ilmu, kemudian umat kristiani membaca al-kitab dan ibadah di gereja, begitupun yang lainnya.

3. Pemulihan Trauma

Ingatlah bahwa trauma bukanlah semata-mata peristiwa yang menyebabkan gangguan mental, melainkan asimilasi subjektif dari makna suatu kejadian kedalam pandangan dunia.

Dengan kata lain bahwa trauma adalah cara kita memandang pengalaman yang luar biasa dan mengambil pelajaran dari hal tersebut.

Baca Juga: Alami Trauma setelah Membakar Suaminya hingga Tewas, Briptu FN Mendapat Pendampingan Psikologis dari Polda Jatim

Dikutip dari laman Artikel RSJ Provinsi Aceh, beberapa cara lain untuk mengatasi trauma yaitu dengan menerima dukungan, merawat fisik, fokus pada kesehatan fisik, menulis jurnal, dan sebagainya.

Untuk berhasil melampaui itu semua, seseorang tak perlu terburu-buru dalam menyembuhkan trauma, butuh kesabaran dan pengertian dari diri sendiri serta orang sekitar.

Setelah sembuh dari trauma yang terjadi dalam kehidupan, maka kamu akan berdamai dengan segala peristiwa kurang menyenangkan, serta sudah mengetahui cara menyikapinya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore