
Ilustrasi orang yang sedang merefleksikan diri. (Unsplash.com/LaurenzKlenheider)
JawaPos.com - Trauma merupakan respon tubuh dan pikiran terhadap suatu peristiwa traumatis seperti pengkhianatan, kematian seseorang, kecelakaan, hingga pelecehan secara verbal maupun non-verbal.
Ketika seseorang menghadapi kejadian yang menimbulkan trauma, hal ini bisa menyebabkan gangguan mental seperti stres dan depresi, sehingga butuh waktu pemulihan yang cukup lama.
Dilansir dari laman Artikel Psikologi UGM pada (26/06/2024), trauma yang dialami saat masa kecil bisa muncul di usia dewasa, atau sering disebut dengan inner child.
Sehingga seseorang yang mengalami trauma di masa kecil akan sulit mengendalikan emosi, kesulitan berkonsentrasi, serta susah dalam menjalin hubungan dengan orang lain.
Ketika kita sadar bahwa sikap yang mengganggu saat ini berasal dari trauma, maka segeralah mencari tahu akar masalahnya serta hal yang harus dilakukan untuk penyembuhan luka ini.
Dikutip dari laman Artikel Family Transformation, terdapat 3 cara merefleksikan diri setelah mengalami trauma yang terjadi dalam kehidupan, antara lain.
Baca Juga: 10 Alasan Orang Betah Hidup Sendirian Tanpa Pasangan, Bisa Jadi Trauma?
1. Keterikatan
Keterikatan yang sehat yakni pada kekuatan hubungan kita dengan Tuhan, serta dengan orang yang dicintai seperti orang tua, pasangan, atau teman. Sehingga akan muncul kehangatan, kasih sayang, dan kebaikan.
2. Spiritualitas
Menurut para psikolog, spiritualitas adalah praktik pribadi dengan zat yang dianggap suci yaitu meyakini ajaran Tuhan pada setiap agama yang dianut.
Contohnya jika umat muslim maka seringlah membaca al-quran dan mendatangi majelis ilmu, kemudian umat kristiani membaca al-kitab dan ibadah di gereja, begitupun yang lainnya.
3. Pemulihan Trauma
Ingatlah bahwa trauma bukanlah semata-mata peristiwa yang menyebabkan gangguan mental, melainkan asimilasi subjektif dari makna suatu kejadian kedalam pandangan dunia.
Dengan kata lain bahwa trauma adalah cara kita memandang pengalaman yang luar biasa dan mengambil pelajaran dari hal tersebut.
Baca Juga: Alami Trauma setelah Membakar Suaminya hingga Tewas, Briptu FN Mendapat Pendampingan Psikologis dari Polda Jatim
Dikutip dari laman Artikel RSJ Provinsi Aceh, beberapa cara lain untuk mengatasi trauma yaitu dengan menerima dukungan, merawat fisik, fokus pada kesehatan fisik, menulis jurnal, dan sebagainya.
Untuk berhasil melampaui itu semua, seseorang tak perlu terburu-buru dalam menyembuhkan trauma, butuh kesabaran dan pengertian dari diri sendiri serta orang sekitar.
Setelah sembuh dari trauma yang terjadi dalam kehidupan, maka kamu akan berdamai dengan segala peristiwa kurang menyenangkan, serta sudah mengetahui cara menyikapinya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
