
Kegiatan edukasi kesehatan pada anak-anak termasuk soal penyakit gula darah atau diabetes. Foto : Dokumentasi Pribadi
JawaPos.com - Penyakit gula darah atau diabetes melitus (DM) sering dianggap penyakitnya orang tua. Tetapi jangan salah, salah satu penyakit tidak menular itu juga bisa dialami anak-anak. Sejumlah pakar kesehatan anak berkomitmen, jangan sampai ada anak meninggal karena penyakit diabetes.
Seruan itu diantaranya disampaikan dokter spesialis anak yang juga mantan Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bakti Pulungan. Dia mengatakan penanganan maupun pengobatan diabetes tipe 1 (DM1) di Indonesia masih terbatas. "Tetapi tidak boleh ada seorang anak pun yang meninggal akibat diabetes," kata Aman dalam keterangannya Kamis (20/7).
Untuk itu dia mengatakan, perlu ada upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien maupun caregiver atau pengasuh. Yaitu pengetahuan cara terbaik mencegah komplikasi akut dan kronis. Pesan tersebut disampaikan Aman dalam forum Diabetes Camp yang diselenggarakan oleh Changing Diabetes in Children (CDiC). Sebuah program kemitraan yang melibatkan swasta dan Kementerian Kesehatan.
Lebih lanjut Aman mengatakan, hidup dengan diabetes tipe 1 tidak mudah. Karena memerlukan lebih dari sekadar dukungan medis. Pengelolaan DM1 atau DMT1 yang tepat, memerlukan pemantauan kadar gula dalam darah secara berkala. Upaya ini tentu membutuhkan kesabaran dari si penderita, keluarga, maupun perawatnya.
Dokter Aman yang juga CDiC Lead untuk Indonesia itu mengatakan, Diabetes Camp diantaranya digelar untuk membekali anak-anak penderita DMT1 dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. Sehingga mereka bisa mengelola diabetes mereka secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. "Supaya mereka dapat mencapai potensi diri sepenuhnya," tandasnya.
Untuk diketahui, diabetes tipe 1 merupakan jenis diabetes umum terjadi pada anak-anak dan remaja. Namun sayangnya, terjadi peningkatan jumlah anak dengan diabetes setiap tahunnya. Menurut data International Diabetes Federation (IDF) diperkirakan ada lebih dari 1,2 juta anak dan remaja di seluruh dunia yang hidup dengan diabetes tipe 1 itu. Kemudian setiap tahunnya, sebanyak 108.200 anak dan remaja di bawah usia 15 tahun didiagnosis menderita diabetes tipe 1.
Di Indonesia sendiri, dalam waktu sepuluh tahun terakhir prevalensi DMT1 meningkat tujuh kali lipat. Dari 3,88 per 100 juta penduduk pada 2000 menjadi 28,19 per 100 juta penduduk pada 2010 lalu. Karena tingginya angka underdiagnosis (pasien yang tidak terdiagnosis) dan misdiagnosis (pasien dengan hasil diagnosis yang salah), angka pasti prevalensi diabetes tipe 1 pada anak-anak diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan data yang muncul itu.
Pada kesempatan yang sama, Vice President dan General Manager Novo Nordisk Indonesia Sreerekha Sreenivasan mengatakan, mereka terus berkomitmen untuk memberikan dampak signifikan dalam kehidupan individu yang hidup dengan diabetes. Upaya tersebut, termasuk untuk anak-anak dengan DMT1 dengan menyediakan solusi inovatif, edukasi yang memberdayakan serta kegiatan kolaboratif.
"Kami bangga dapat mendukung dan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan IDAI dalam mendorong perubahan dalam pengelolaan DMT1 di Indonesia," katanya. Dia berharap dapat memberikan peralatan dan pengetahuan yang diperlukan anak-anak dengan DMT1 untuk mengelola kondisi mereka secara efektif dan membantu mereka mencapai potensi diri. Dia meyakini pengalaman itu akan memungkinkan anak-anak dengan DMT1 untuk menyambut masa depan yang lebih cerah dan kehidupan yang lebih menyenangkan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
