Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 September 2025 | 13.41 WIB

5 Perbedaan Antara Silent Abuse dan Sekadar Tidak Cocok dalam Hubungan, Hati-Hati jangan Termanipulasi!

Perbedaan Antara Silent Abuse dan Sekadar Tidak Cocok dalam Hubungan, Hati-Hati jangan Termanipulasi! (Freepik/cookie_studio) - Image

Perbedaan Antara Silent Abuse dan Sekadar Tidak Cocok dalam Hubungan, Hati-Hati jangan Termanipulasi! (Freepik/cookie_studio)

 
JawaPos.com - Dalam sebuah hubungan, wajar jika kamu dan pasangan sesekali mengalami perbedaan pendapat atau merasa kurang cocok.

Namun, bagaimana jika masalah yang kamu alami ternyata lebih serius daripada sekadar ketidakcocokan?

Banyak orang sering bingung membedakan apakah hubungan yang dijalani hanya dilanda incompatibility (ketidakcocokan) atau justru mengandung silent abuse alias kekerasan tersembunyi yang dampaknya bisa merusak mental dan emosional.

Pada salah satu video dari kanal youtube psikologi populer yakni Psych2go dijelaskan bahwa silent abuse adalah bentuk kekerasan yang tidak terlihat secara fisik, melainkan hadir dalam bentuk manipulasi psikologis dan emosional.

Masalahnya, bentuk kekerasan ini sering tidak disadari karena tidak meninggalkan bekas luka yang nyata. Padahal, dampaknya bisa merusak harga diri, rasa aman, dan kesejahteraan mental seseorang.

Agar tidak salah menilai, berikut lima perbedaan penting antara silent abuse dan ketidakcocokan biasa dalam hubungan:

1. Sifat Perilaku

Silent abuse ditandai dengan perilaku manipulatif yang tujuannya adalah menguasai dan mengontrol pasangan. Menurut psikolog Dr. Elizabeth Scott, beberapa contoh umum adalah gaslighting, pasif-agresif, menarik diri dari kasih sayang, membuat rasa bersalah, dan merendahkan harga diri.

Sementara itu, ketidakcocokan tidak dilakukan dengan maksud menyakiti. Itu hanyalah akibat dari perbedaan nilai, minat, atau gaya komunikasi. Contohnya sering terjadi kesalahpahaman, argumen kecil, atau rasa tidak puas dalam hubungan.

2. Niat di Balik Perilaku

Pada abuse, perilaku yang merusak biasanya dilakukan dengan kesadaran dan niat. Seperti dijelaskan psikolog Dr. Deborah J. Cohen, pola ini konsisten dan seringkali disengaja untuk melukai atau mengendalikan pasangan.

Sedangkan incompatibility muncul secara alami dari perbedaan fundamental antarindividu, tanpa maksud jahat. Pasangan mungkin merasa lelah atau kecewa, tetapi tidak ada unsur kesengajaan untuk menyakiti.

3. Dampak Emosional dan Psikologis

Silent abuse dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius. Menurut terapis Angela Holt, korban bisa mengalami rasa takut, tidak berdaya, rendah diri, cemas, depresi, hingga masalah keterikatan.

Sementara itu, ketidakcocokan memang bisa membuat hubungan terasa kurang memuaskan, tetapi biasanya tidak meninggalkan luka batin yang dalam atau trauma jangka panjang.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore