Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 September 2024 | 18.48 WIB

Kelebihan Zat Besi Sangat Berbahaya bagi Tubuh, Salah Satunya Bisa Sebabkan Kanker

Ilustrasi partikel-partikel (freepik) - Image

Ilustrasi partikel-partikel (freepik)

JawaPos.com - Zat besi adalah mineral krusial yang berperan penting dalam kesehatan kita. Ia merupakan komponen utama hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Zat besi dalam makanan hadir dalam dua bentuk: zat besi heme dan non-heme. Zat besi heme, yang ditemukan terutama dalam daging merah, terikat dalam molekul berbentuk cincin bernama porfirin. Sedangkan zat besi non-heme, yang ada dalam tumbuhan dan beberapa sumber hewani.

Hormon hepcidin memainkan peran utama dalam mengatur keseimbangan zat besi dalam tubuh. Hormon ini bekerja dengan cara menekan penyerapan zat besi.

Ketika simpanan zat besi dalam tubuh tinggi, kadar hepcidin akan meningkat, yang pada gilirannya mengurangi penyerapan zat besi.

Sebaliknya, saat simpanan zat besi rendah, kadar hepcidin menurun, sehingga penyerapan zat besi meningkat. Mekanisme ini membantu menjaga kadar zat besi yang seimbang dalam tubuh.

Walaupun kekurangan zat besi dalam makanan jarang terjadi berkat sistem pengaturan ini, ada situasi tertentu di mana masalah bisa muncul.

Kelebihan zat besi, atau toksisitas zat besi, dapat terjadi jika simpanan zat besi dalam tubuh terlalu tinggi. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk gangguan genetik atau konsumsi suplemen zat besi yang berlebihan.

Untuk mencegah masalah ini, penting untuk memantau asupan zat besi dan memperhatikan tanda-tanda kekurangan atau kelebihan zat besi.

Memahami cara tubuh mengelola zat besi dapat membantu kita menjaga kesehatan dan mencegah gangguan yang mungkin timbul akibat ketidakseimbangan zat besi.

Dilansir dari news-medical.net, Minggu (15/9), berikut beberapa akibat dari kelebihan zat besi.

1. Keracunan Zat Besi

Keracunan zat besi bisa terjadi akibat konsumsi suplemen zat besi yang berlebihan, baik secara berulang dalam dosis tinggi atau dalam satu kali dosis yang sangat besar. Bahkan dosis tunggal yang rendah, antara 10 hingga 20 mg/kg, sudah bisa menimbulkan gejala keracunan. Jika dosis yang dikonsumsi melebihi 40 mg/kg, perhatian medis segera diperlukan, dan dosis lebih dari 60 mg/kg bisa berakibat fatal.

Gejala awal keracunan zat besi meliputi mual, muntah, diare, dan sakit perut. Dalam jangka panjang, zat besi yang berlebihan dapat menumpuk di organ-organ vital seperti hati dan otak, menyebabkan kerusakan serius yang dapat berakibat fatal.

Selain itu, keracunan zat besi juga mempengaruhi proses seluler, seperti fosforilasi oksidatif dan fungsi mitokondria, yang dapat mengakibatkan kematian sel. Asidosis metabolik juga dapat terjadi sebagai akibat dari kehilangan cairan, pelebaran pembuluh darah, dan metabolisme anaerobik yang disebabkan oleh gangguan pada proses energi sel.

2. Kelebihan Zat Besi

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore