
Tim medis Mayapada Hospital tengah menangani peserta Pocari Sweat Run 2024 yang diselenggarakan di Kota Bandung 20-21 Juli 2024. (Istimewa)
JawaPos.com - Mayapada Hospital kembali menyokong perhelatan Pocari Sweat Run 2024 yang diselenggarakan di Kota Bandung 20-21 Juli 2024. Berpusat di Gedung Sate, Mayapada Hospital mendirikan stand bagi para pelari atau Runners yang mengalami berbagai cedera.
GM Center Of Exelent Mayapada Healthcare Group Natalia Christianti Cahaya mengatakan bahwa, ini merupakan tahun ke dua bagi Mayapada Hospital dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
"Mayapada Hospital menyediakan pelayanan kesehatan menyeluruh untuk kita support para runers supaya mereka lebih siap menjalani race pada hari ini," kata Natalia di Gedung Sate, Kota Bandung.
Natalia mengungkapkan, Mayapada Hospital telah terlibat untuk menyukseskan Pocari Sweat Run 2024 sejak tahapan pre even di bulan Mei lalu. Dimana, pihaknya menghadirkan dokter-dokter spesialis yang memberikan edukasi keselamatan olah raga khususnya lari.
"Pre even itu sejak bulan Mei 2024 kita sudah menghadirkan narasumber dokter spesialis dan sub spesialis untuk mengedukasi save running buat para runers khususnya kepada komunitas-komunitas runer di Kota Kota Besar di Indonesia. Surabaya, Bogor, Batam, dan Bandung," jelasnya.
Selama dua hari perhelatan, Mayapada Hospital menyiagakan unit gawat darurat bagi para pelari yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Bahkan, Mayapada Hospital juga menyediakan layanan kesehatan pasca kegiatan.
"Kita support tim medis full, mulai dari medis dari dokter umum dan dokter spesialis, perawat dan terapis sampai kita juga men setting ICU untuk kasus kegawatdaruratan. Untuk post even kita juga masih menyediakan medical check up pasca marathon," ungkapnya.
Di lokasi yang sama, dr Yohanes Setyawan salah satu tim medis Mayapada Hospital Bandung yang bertugas di lokasi mengatakan bahwa, mayoritas pelari Pocari Sweat Run 2024 mengalami cedera ringan seperti kram dan keseleo.
"Keluhan para pelari paling banyak keseleo kram, cedera ringan. Penyebab nya banyak faktor, bisa saat lari, kurang warming up itu juga bisa," kaya Yohanes.
Yohanes pun memberikan tips bagi mereka yang akan melakukan olah raga lari. Menurutnya, tahapan persiapan menjadi hal yang penting untuk menekan terjadinya cedera otot saat lari.
"Tips, yang pasti harus condition ing dulu sebelum lari, ada program ing dulu untuk kesiapan lari, warming saat akan lari, yang pasti sepatu juga harus mendukung," ungkap Yohanes.
Yohanes juga memberikan tips bagi pelari yang terlanjur mengalami cedera ringan seperti kram. Menurutnya, penanganan kram bisa dilakukan secara mandiri di rumah secara mudah dan sederhana.
"Penanganan awal ada namanya rice dilakukan rice ice compression, mobilitation, ada Elevation. Penanganan awal, di rumah juga bisa dilakukan compression dan Elevation. Compression setiap 3 jam dengan es," pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
