Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Mei 2026 | 20.12 WIB

Nyeri Lutut dan Panggul Tak Kunjung Hilang? Bisa Jadi Sinyal Kerusakan Sendi

Ilustrasi nyeri lutut akibat olahraga. (Dok. Mayapada Hospital). - Image

Ilustrasi nyeri lutut akibat olahraga. (Dok. Mayapada Hospital).

JawaPos.com - Nyeri pada lutut dan panggul tidak hanya dialami oleh mereka yang berusia di atas 40 tahun. Bahkan sejak usia produktif, keluhan ini dapat muncul, terutama pada individu yang aktif berolahraga, melakukan aktivitas fisik berat, atau memiliki riwayat cedera. 

 
Gerakan berulang yang memberi tekanan pada sendi dapat menjadi pemicu utama. Jika terjadi secara terus-menerus, kondisi ini sebaiknya tidak dianggap sepele karena dapat menjadi tanda awal gangguan sendi.
 
Dokter spesialis Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes., Sp.OT(K), menjelaskan, lutut dan panggul merupakan dua sendi utama yang berfungsi sebagai penopang utama tubuh serta menunjang berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari berjalan, berdiri, naik turun tangga, hingga berolahraga. 
 
"Karena keduanya selalu digunakan, gangguan struktural atau fungsional pada sendi ini dapat menimbulkan nyeri, keterbatasan gerak, dan bila berlangsung lama, secara signifikan memengaruhi kualitas hidup seseorang,” tuturnya.
 
 
Pada tahap awal, keluhan sering terasa ringan seperti rasa tidak nyaman saat berjalan jauh atau nyeri setelah melakukan aktivitas tertentu. Namun, karena gejalanya kerap diabaikan, banyak orang menunda pemeriksaan karena khawatir harus menjalani operasi, padahal tidak semua kasus nyeri sendi memerlukan tindakan pembedahan.
 
Menanggapi hal tersebut, dr. Sunaryo menyampaikan bahwa dalam banyak kasus, nyeri sendi dapat ditangani melalui terapi konservatif, seperti fisioterapi, latihan penguatan otot, manajemen berat badan, dan penggunaan obat antiinflamasi. 
 
“Untuk memastikan penyebab nyeri secara tepat, pasien tetap perlu menjalani evaluasi medis, yang meliputi wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti X-ray atau MRI untuk melihat kondisi struktur sendi secara lebih detail,” tambah dr. Sunaryo. 
 
Dengan perhatian sejak dini terhadap kesehatan tulang dan sendi, berbagai aktivitas sehari-hari dapat dijalani dengan lebih aman dan nyaman. Penanganan yang tepat juga membantu menjaga fungsi sendi serta kualitas hidup dalam jangka panjang.
 
Sebagai bagian dari layanan kesehatan yang menyeluruh, pasien dengan keluhan pada tulang dan sendi dapat menjalani pemeriksaan di Orthopedic Center Mayapada Hospital. 
 
Layanan ini mencakup penanganan berbagai gangguan muskuloskeletal, mulai dari nyeri otot dan sendi hingga pencegahan dan pemulihan cedera, dengan pemeriksaan komprehensif yang didukung teknologi diagnostik modern serta tim dokter multidisiplin yang berpengalaman.
 
 
Selain penanganan medis, bagi Anda yang ingin mencegah cedera dan meningkatkan performa fisik, Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) menyediakan layanan komprehensif, mulai dari skrining, pencegahan, hingga penanganan cedera, serta program peningkatan performa untuk aktivitas sehari-hari atau olahraga. 
 
Semua layanan ini didukung fasilitas lengkap, seperti gym, VO2 Max, dan Body Composition Analysis, untuk menunjang program latihan secara optimal.
Untuk informasi lengkap seputar layanan kesehatan di Mayapada Hospital dapat diperoleh melalui aplikasi MyCare dengan mengunjungi fitur Health Articles & Tips.
 
Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur Personal Health untuk memantau kebugaran, seperti langkah kaki, detak jantung, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI). 
 
Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore