Ilustrasi seseorang yang harus menghadapi rekan kerja manipulatif di kantor./(Freepik/pikisuperstar)
JawaPos.com – Kerja secara berlebihan bagi kebanyakan orang adalah wujud dari kerja produktif dan maksimal.
Tak sedikit orang menghabiskan waktu dari pagi, siang, sore bahkan malam mencari sampingan untuk bekerja secara berlebihan.
Kerja berlebihan mungkin menghasilkan uang yang maksimal dan sesuai harapan. Namun, pola kerja semacam ini justru tidak baik bagi kesehatan bahkan mental.
Dikutip dari psychologytoday.com pada Selasa (16/4), kerja berlebihan berdampak pada stres kronis dan kelelahan. Kedua hal tersebut dapat merambah keberbagai gangguan seperti hipertensi, kesulitan berkonsentrasi, mudah tersinggung, perubahan nafsu makan, insomnia dan sakit kepala.
Jika pola kerja semacam ini dilakukan dalam jangka pangjang, dampak yang menghantui yakni peningkatan risiko diabetes dan masalah jantung yang cukup serius.
Tidak hanya masalah kesehatan fisik, melainkan kerja berlebihan juga berdampak pada gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, isolasi, penurunan kepuasan kerja, dan keterasingan seperti terputusnya hubungan dengan teman serta anggota keluarga.
Untuk menghindari berbagai dampak tersebut, terdapat delapan langkah yang dapat dilakukan untuk memutus pola kerja berlebihan.
Hal paling awal yang dapat dilakukan adalah dengan menyadari pola kerja selama ini yang kamu lakukan hingga larut malam. Kenali kebiasaan kamu seputar kerja yang berlebihan itu.
Kamu perlu menyadari bahwa sumber daya waktu dan energi pada dirimu tidak unlimited, alias terbatas. Oleh karenanya kamu perlu berhenti sebelum habis.
Jangan menjadi seorang over, kamu harus realistis terhadap pekerjaanmu, harapan, atau capaian dalam sehari, seminggu atau dalam tenggat waktu tertentu.
Kamu perlu meminta bantuan ketika kamu memang dihajar oleh tumpukan tugas yang diberikan secara berlebihan. Kamu perlu bernegosiasi pada atasan atau meminta bantuan rekan kerja dengan saling menguntungkan.
Jika memang kamu bekerja di tempat yang berlebihan, yang tidak dapat dinegosiasikan, bahkan tidak mendapatkan bantuan sedikitpun, kamu perlu mempertimbangkan untuk opsi di pekerjaan lain yang sesuai dengan kapasitas dan bakatmu.
Jika kamu bekerja terus-terusan tiada henti, kamu perlu merefleksikan tindakanmu mengenai alasan apa sebenarnya melakukan demikian. Apakah ada tujuan tertentu? Atau untuk merasa lebih berharga dan bernilai? Dan, apakah itu perlu?

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
