Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Februari 2024 | 18.32 WIB

8 Ciri Anda Kesepian Saat Kecil dan Efeknya saat Dewasa, Salah Satunya Mengidap Social Anxiety

Ilustrasi seorang anak yang kesepian.

JawaPos.com – Kesepian adalah perasaan hampa, sendiri, dan tidak diinginkan yang dapat dialami oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Kesepian tidak selalu berarti tidak memiliki teman atau kontak sosial, tetapi lebih kepada kurangnya koneksi emosional dengan orang lain. 

Kesepian bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti berpindah sekolah atau kerja, bekerja dari rumah, pindah ke kota baru, putus atau mengakhiri suatu hubungan, dan lain-lain.

Kesepian yang dialami sejak masa kecil bisa berdampak signifikan pada kesehatan mental dan fungsi kognitif seseorang saat dewasa. 

Ketika jarang berinteraksi dengan orang lain, ia cenderung merasa kesulitan membangun hubungan sosial saat dewasa. Ini dapat memicu berbagai permasalahan mental seperti kecemasan, depresi, bahkan pikiran untuk bunuh diri.

Berikut adalah delapan ciri Anda kesepian saat kecil dan efeknya pada versi dewasa Anda, dilansir dari laman Your Tango, Senin (26/2).

1. Waktu tidur terganggu, insomnia, atau gangguan saat tidur lainnya

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep, kesepian dapat merusak kesempatan untuk mendapatkan istirahat cukup saat tidur di malam hari. Orang yang kesepian sering terbangun lebih sering selama tidur dan merasa tidak nyenyak. Hal ini dapat mengurangi kualitas tidur dan kesehatan secara umum.

2. Menghabiskan waktu lebih lama saat mandi atau berendam

Seorang ahli psikologis dan peneliti di Yale University, Connecticut, bernama John Bargh, PhD, mengatakan, “Semakin kesepian, seseorang akan semakin sering mandi dan berendam, menggunakan air yang lebih panas.” 

Hal ini dikarenakan orang yang kesepian mencari kehangatan fisik sebagai pengganti kehangatan sosial. Mandi atau berendam dengan air hangat dapat memberikan rasa nyaman dan relaksasi, tetapi juga dapat menunjukkan ketidakpuasan dengan kehidupan sosial.

3. Sering menghakimi

Menjadi terlalu kritis atau secara konsisten menghakimi orang lain juga bisa menjadi ciri-ciri peningkatan aktivitas di area otak yang disebut anterior cingulate gyrus (ACG). 

ACG terlibat dalam deteksi kesalahan dan ketika terlalu aktif, seseorang bisa terjebak pada pemikiran kritis atau negatif. Dengan mengkritik orang lain, akan memisahkan seseorang dari yang lainnya dan membuat seseorang merasa sendirian.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore