ilustrasi Narcissistic Personality Disorder (NPD). Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Terlalu percaya diri, obsesi terhadap kekuatan, kecantikan dan kesuksesan, serta kesombongan menjadi tanda seseorang mengalami Narcissistic Personality Disorder (NPD).
Meskipun orang yang percaya diri tidak akan meremehkan orang lain, penyandang NPD mengabaikan pencapaian dan emosi orang-orang di sekitar, fokus pada diri sendiri, dan haus pujian orang lain.
Rasa superioritas, kurangnya empati, merasa berhak, keterlibatan dalam perilaku eksploitatif untuk mencapai tujuan pribadi, iri hati dan dengki terhadap orang lain atau keyakinan orang lain iri terhadap dirinya serta bersikap arogan menjadi gejala lainnya.
“Asal usulnya melibatkan faktor genetik, lingkungan, psikologis, dan budaya. Perawatannya meliputi psikoterapi, pengobatan, terapi kelompok, dan terapi keluarga,” kata psikiater B Sarathi Goud, dikutip JawaPos.com dari Healthshots, Senin (29/1).
“Ciri-ciri ini secara kolektif membentuk profil NPD yang rumit, suatu kondisi berdampak signifikan pada hubungan antarpribadi dan fungsi sehari-hari,” tambahnya.
The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th edition, text revision (DSM-5-TR) menjadi rujukan dokter untuk mendiagnosis NPD.
Baca Juga: Pakar Kesehatan Mental Ungkap Perbedaan antara Narsisme dengan Narcissistic Personality Disorder
Seperangkat kriteria tertentu seperti rasa mementingkan diri sendiri yang berlebihan, kebutuhan akan pujian terus-menerus, reaksi negatif terhadap kritik dan lain-lain disebutkan dalam rujukan itu.
Lantas, apa penyebab utama gangguan kepribadian ini?
Menurut penelitian, disebutkan bahwa ciri-ciri yang ditunjukkan oleh NPD lebih banyak terjadi pada budaya individualistis dibandingkan budaya yang berfokus pada komunitas.
Narcissistic Personality Disorder (NPD) dipengaruhi oleh kecenderungan genetik, dibuktikan dengan perubahan struktur otak.
Faktor-faktor lain seperti pengalaman masa kanak-kanak yang mendapat pujian atau kritik berlebihan juga berkontribusi terhadap gangguan ini.
Faktor-faktor ini mencakup ciri-ciri khusus dan mekanisme pertahanan seperti penolakan.
Perawatan untuk Narcissistic Personality Disorder melibatkan kombinasi psikoterapi termasuk terapi perilaku kognitif dan terapi psikodinamik untuk membantu individu memahami pikiran dan perilaku mereka.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
