Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Januari 2024 | 20.45 WIB

Mengulik Lebih Dalam Narcissistic Personality Disorder, Cepat Sadari Sebelum Dijauhi Orang Sekitar!

ilustrasi Narcissistic Personality Disorder (NPD). Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Terlalu percaya diri, obsesi terhadap kekuatan, kecantikan dan kesuksesan, serta kesombongan menjadi tanda seseorang mengalami Narcissistic Personality Disorder (NPD).

Meskipun orang yang percaya diri tidak akan meremehkan orang lain, penyandang NPD mengabaikan pencapaian dan emosi orang-orang di sekitar, fokus pada diri sendiri, dan haus pujian orang lain.

Rasa superioritas, kurangnya empati, merasa berhak, keterlibatan dalam perilaku eksploitatif untuk mencapai tujuan pribadi, iri hati dan dengki terhadap orang lain atau keyakinan orang lain iri terhadap dirinya serta bersikap arogan menjadi gejala lainnya.

“Asal usulnya melibatkan faktor genetik, lingkungan, psikologis, dan budaya. Perawatannya meliputi psikoterapi, pengobatan, terapi kelompok, dan terapi keluarga,” kata psikiater B Sarathi Goud, dikutip JawaPos.com dari Healthshots, Senin (29/1).

“Ciri-ciri ini secara kolektif membentuk profil NPD yang rumit, suatu kondisi berdampak signifikan pada hubungan antarpribadi dan fungsi sehari-hari,” tambahnya.

The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th edition, text revision (DSM-5-TR) menjadi rujukan dokter untuk mendiagnosis NPD.

Seperangkat kriteria tertentu seperti rasa mementingkan diri sendiri yang berlebihan, kebutuhan akan pujian terus-menerus, reaksi negatif terhadap kritik dan lain-lain disebutkan dalam rujukan itu.

Lantas, apa penyebab utama gangguan kepribadian ini?

  1. Budaya dan latar belakang

Menurut penelitian, disebutkan bahwa ciri-ciri yang ditunjukkan oleh NPD lebih banyak terjadi pada budaya individualistis dibandingkan budaya yang berfokus pada komunitas.

  1. Genetika

Narcissistic Personality Disorder (NPD) dipengaruhi oleh kecenderungan genetik, dibuktikan dengan perubahan struktur otak.

  1. Faktor lingkungan

Faktor-faktor lain seperti pengalaman masa kanak-kanak yang mendapat pujian atau kritik berlebihan juga berkontribusi terhadap gangguan ini.

  1. Faktor psikologis

Faktor-faktor ini mencakup ciri-ciri khusus dan mekanisme pertahanan seperti penolakan.

Perawatan untuk Narcissistic Personality Disorder melibatkan kombinasi psikoterapi termasuk terapi perilaku kognitif dan terapi psikodinamik untuk membantu individu memahami pikiran dan perilaku mereka.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore