Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 November 2023 | 13.45 WIB

Tak Hanya Pedas dan Panas, Senyawa Capsaicin pada Cabai Ternyata Memiliki Banyak Manfaat Bagi Kesehatan

Ilustrasi: cabai. - Image

Ilustrasi: cabai.

JawaPos.com - Seseorang mungkin bertanya-tanya mengapa cabai dapat menimbulkan rasa pedas.

Tidak banyak yang mengetahui bahwa, rasa pedas sebenarnya berasal dari senyawa capsaicin yang terkandung dalam cabai.

Hal tersebut sesuai dengan penjelasan yang dikutip JawaPos dari Science ABC, yang menyatakan bahwa cabai memiliki rasa pedas karena mengandung senyawa kimia yang disebut capsaicin atau kapsaisin.

Senyawa capsaicin ini bersifat pedas karena merupakan salah satu senyawa kimia yang berjenis alkaloid.

Lebih lanjut dikutip Jawapos melalui penelitian yang dilakukan Sri Rahmawati, dkk (2020), menjelaskan bahwa capsaicin merupakan senyawa kimia jenis alkaloid dengan rumus molekul C18H27NO3.

Zat inilah yang kemudian membuat seseorang yang memakannya akan merasakan sensasi pedas dan panas.

Namun, ternyata selain terkandung dalam cabai, senyawa capsaicin juga terkandung dalam paprika.

Meskipun beberapa orang sensitif terhadap rasa pedas karena dapat membuat tubuh tidak nyaman, ternyata rasa pedas dari capsaicin mempunyai manfaat yang baik bagi tubuh.

Berikut beberapa manfaat atau khasiat dari senyawa Capsaicin untuk kesehatan tubuh.

  1. Mengurangi Nyeri

Menurut Dr. I Nyoman Tika, M.Si., senyawa capsaicin mempunyai khasiat sebagai anti inflamasi. Oleh karenanya, senyawa ini tak jarang digunakan orang-orang untuk mengurangi rasa nyeri.

Dikutip Jawapos dari penelitian Azrina, dkk (2022), TRPV1 adalah saluran ion peka panas yang sebagian besar terlibat dalam sensasi nyeri. 

Aktivasi reseptor TRPV1 oleh capsaicin ini memainkan peran penting dalam sistem perlindungan manusia, yakni membantu dalam menghindari rasa sakit dan panas.

  1. Antioksidan Pencegah Kanker

Antioksidan dapat dianggap sebagai zat yang mampu memperbaiki sistem seperti protein pengangkut zat besi dengan menghambat enzim pengoksidasi spesifik yang mungkin bereaksi dengan zat pengoksidasi.

Sementara dari penelitian Azrina, dkk (2022), menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan capsaicin pada cabai sebanding dengan antioksidan sintetik seperti butylated hydroxyanisole (BHA) dan butylated hydroxytoluene (BHT).

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore