
Ilustrasi
JawaPos.com – Suka roti bakar yang agak gosong? Setelah baca ini, Anda mungkin akan mengubah kesukaan itu. Berdasar penelitian ilmuan makanan, Food Standarts Agency (FSA), roti, keripik kentang, dan kentang harus dimasak sampai berwarna keemasan saja. Jangan cokelat apalagi gosong. Itu demi mengurangi konsumsi zat kimia berbahaya yang menyebabkan kanker.
Disebutkan FSA, makanan yang dimasak atau digoreng dalam jangka waktu lama dengan suhu tinggi akan memproduksi acrylamide. Zat tersebut berbahaya untuk kesehatan. Selain itu, FSA menyarankan agar kentang tidak disimpan di dalam kulkas. Pasalnya, kentang yang disimpan dalam suhu rendah akan meningkatkan kadar gula. Dan itu potensial untuk meningkatkan jumlah acrylamide saat dimasak.
Level tertinggi substansi tersebut terdapat dalam makanan yang dimasak dengan suhu di atas 120 derajat Celsius. Seperti keripik kentang, roti, sereal sarapan, biskuit, krakers, kue bolu, dan kopi. Selain itu, acrylamide juga diproduksi saat membakar, memanggang, atau menggoreng kentang, keripik kentang, dan roti, dengan suhu tinggi.
Misalnya, saat roti dibikin roti bakar. Semakin gelap warna rotinya semakin banyak acrylamide. Saat proses membuat garing kecokelatan itu, gula, asam amino, dan air di dalam roti bersatu untuk menciptakan warna dan acrylamide. Food Standards Agency tidak menyebutkan dengan jelas kadar acrylamide yang bisa diterima tubuh. Namun, mereka menyarankan untuk tidak memakan itu terlalu banyak.
Apa pengaruhnya jika kita banyak mengonsumsi makanan yang kaya acrylamide? Dalam penelitian dengan binatang, senyawa itu adalah racun untuk DNA dan menyebabkan kanker. Dengan demikian, ilmuan beranggapan hal itu akan berlaku juga untuk manusia. Meski kemudian belum ada penelitian lebih lanjut.
”Kami ingin kampanye kami menunjukkan bahwa sedikit perubahan dalam pola makan dan memasa bisa mengurangi konsumsi acrylamide. Ini demi kesehatan Anda,” kata Steve Wearne, direktur kebijakan FSA.
Namun, dipaparkan Emma Shields, pejabat informasi kesehatan dari Cancer Research Inggris memahami kalau kandungan acrylamide dalam makanan berhubungan dengan kanker. Namun, hubungan itu belum jelas dan konsisten pada manusia. ”Amannya, manusia bisa mengurangi paparan acrylamide dengan hidup sehat, diet seimbang, dan olahraga,” katanya. (BBC/DAILY MAIL/tia)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
