Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 September 2024 | 00.54 WIB

Dua Kapal Perang Baru TNI AL untuk Mengenang Jasa-Jasa Lukas Rumkorem dan Raja Haji Fisabilillah

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali dalam acara launching dan shipnaming dua kapal perang baru TNI AL. (Dispenal) - Image

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali dalam acara launching dan shipnaming dua kapal perang baru TNI AL. (Dispenal)

JawaPos.com - TNI AL kini memiliki tambahan kekuatan baru untuk alat utama sistem persenjataan (alutsista). Yakni, dua kapal perang. Dua kapal perang itu diberi nama KRI Lukas Rumkorem-392 dan KRI Raja Haji Fisabilillah-391.

Pemberian nama itu berlangsung launching dan shipnaming yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali. Kedua alutsista tersebut bakal ditempatkan di Komando Armada (Koarmada) III yang bermarkas di Sorong, Papua Barat Daya.

Selain latar belakang kedua kapal perang baru tersebut sebagai kapal jenis Offshore Patrol Vessel (OPV) yang bisa diandalkan untuk patroli dan kombatan, ada makna lain di balik nama dua pahlawan yang dipilih oleh TNI AL. Dua pahlawan itu punya jasa yang besar bagi Indonesia.

”Lukas Rumkorem adalah pemimpin rakyat Papua saat melakukan perlawanan terhadap Jepang di Biak pada 1943, sehingga Biak menjadi daerah pertama di Indonesia yang terbebas dari penjajahan Jepang, pada September 1945 beliau mendirikan Perserikatan Indonesia Merdeka (PIM) gerakan partai politik pertama di Pulau Biak.” demikian pernyataan keterangan resmi Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal) pada Jumat (20/9).

Launching dan shipnaming dua kapal perang TNI AL, KRI Lukas Rumkorem-392 dan KRI Raja Haji Fisabilillah-391. (Dispenal)

Tidak berhenti di situ, pada 1958 Lukas Rumkorem turut serta dalam pembentukan organisasi Tentara Tjadangan Tjenderawasih (TTT) yang terus melawan Belanda serta membantu Pemerintah Indonesia dalam perang Trikora. Atas jasa-jasanya, Lukas Rumkorem menjadi salah seorang penerima gelar tituler dari Angkatan Laut. Dia sempat menyandang pangkat mayor tituler TNI AL.

Sementara itu, Raja Haji Fisabililah atau dikenal juga sebagai Raja Yang Dipertuan Muda adalah pemegang kekuasaan di wilayah Riau, Lingga, Johor hingga Pahang. Karena keberaniannya, dia gugur saat melakukan penyerangan Pangkalan Maritim Belanda di Teluk Ketapang (Melaka) pada 1784. Atas jasa-jasanya, Raja Haji Fisabilillah diberi gelar sebagai pahlawan nasional.

TNI AL pun menjelaskan bahwa shipnaming dalam pembangunan kapal perang merupakan bagian dari rangkaian seremonial pembangunan kapal perang. Secara lengkap, seremonial pembangunan kapal perang meliputi First Steel Cutting, Keel Laying, Shipnaming, dan Launching. Setelah itu, dilanjutkan dengan Delivery dan Receiving, Commissioning, dan terakhir pengukuhan komandan kapal.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore